Breaking News:

Ramadan 2021

Penjelasan tentang Shalat Tarawih, Sejarah, Hukum, dan Cara Melaksanakannya

Simak penjelasan tentang Shalat Tarawih dilengkap dengan bacaan niat shalat Tarawih dan Witir.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ramadan Kareem. Simak penjelasan tentang salat tarawih dan sejarahnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Selain diwajibkan berpuasa di siang hari, umat Islam dianjurkan menjalankan salat tarawih pada malam hari. 

Salat Tarawih bisa dikerjakan secara berjemaah maupun sendiri-sendiri. 

Dr KH Ahmad Sujak selaku Ketua BPP Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menjelaskan tentang salat tarawih.

Ia mengungkapkan salat tarawih dimulai ketika zaman khalifah Umar bin Khattab.

Ketika zaman Rasulullah, salat malam hari di bulan Ramadhan dinamakan salat lail, tapi Nabi Muhammad tidak mewajibkan salat ini dilakukan di masjid.

"Sebelum masa Umar bin Khattab di zaman Rasulullah itu belum ada istilah salat tarawih yang ada salat lail."

"Dan Rasulullah melaksanakan salat lail dalam satu bulan di masjid hanya 3 kali, selebihnya di rumah."

"Waktu itu dilaksanakan ada Rasulullah salat ada yang ikut ada yang tidak, karena Rasulullah tidak mengharuskan. Hanya 3 kali pada waktu itu," ujarnya.

Umat Islam melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021). Pengurus Masjid Istiqlal menggelar Salat Tarawih berjemaah pada bulan Ramadan 1442 H dengan pembatasan 30 persen jemaah dari kapasitas masjid dan menerapkan protokol kesehatan. Tribunnews/Irwan Rismawan
Umat Islam melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021). Pengurus Masjid Istiqlal menggelar Salat Tarawih berjemaah pada bulan Ramadan 1442 H dengan pembatasan 30 persen jemaah dari kapasitas masjid dan menerapkan protokol kesehatan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Baca juga: Bacaan Doa Kamilin, Doa yang Dibaca Setelah salat Tarawih, Dilengkapi Lafal Latin dan Arti

Baca juga: Hukum Mencicipi Makanan Saat Berpuasa, Benarkah Bisa Membatalkan? Begini Penjelasannya

Namun ketika zaman khilafah Umar bin Khattab, salat lail berubah menjadi salat tarawih dan dilakukan secara berjemaah di masjid.

"Tapi ketika zaman khalifah Umar bin Khattab melihat seperti itu, di masjid kok salat sendiri-sendiri, kurang tertib."

Halaman
1234
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved