Breaking News:

Ramadan 2021

Masjid Jami Al-Ma’mur Cikini, Dibangun Tahun 1890 dan Cerita tentang Pengkhianatan Kolonial Belanda

Setelah pertentangan mereda, pada 1926 masyarakat Cikini Binatu bahu membahu melakukan pemugaran bangunan masjid.

Larasati Diah Utami/Tribunnews.com
Masjid Jami Al-Makmur Cikini 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Mengulik sejarah Masjid Jami Al-Makmur Cikini yang merupakan peninggalan maestro lukis Indonesia Sjarif Boestaman atau yang dikenal Raden Saleh ternyata tidaklah mulus sejak awal dibangun.

Awalnya Masjid yang dibangun pada tahun 1890 itu merupakan pindahan dari sebuah Surau yang dibangun oleh Raden Saleh sekitar tahun 1860 di samping rumah kediamannya.

Ketua DKM Masjid Jami Cikini Al Ma'mur, Haji Syahlani (72), bercerita sepeninggalan Raden Saleh, kepemilikan masjid dan tanah di sekitar masjid jatuh ke Sayed Abdullah bin Alatas.

Baca juga: Makassar Mendunia, Masjid 99 Kubah Muncul di Surat Kabar Jerman & Jadi Daya Tarik Perayaan Ramadan

Masjid dan tanah ini kemudian dijual kepada sebuah yayasan yang bernaung di bawah pemerintahan kolonial Belanda bernama Yayasan Emma atau dalam Bahasa Belanda Koningen Emma Ziekenhuis.

Ketua DKM Masjid Jami Cikini Al Ma'mur, Haji Syahlani (72),
Ketua DKM Masjid Jami Cikini Al Ma'mur, Haji Syahlani (72), (Larasati Diah Utami/Tribunnews.com)

“Raden saleh menjual tapi hanya separuh dan separuhnya diwakafkan untuk masjid,” kata Syahlani kepada Tribunnews, Jumat (18/4/2021).

Yayasan Emma berencana membangun rumah sakit di kawasan tersebut

Baca juga: Kisah Habib Kuncung, Ulama Asal Hadramaut Yang Meninggalkan Harta dan Siarkan Islam di Jakarta

Kedua belah pihak menyepakati penjualan tanah peninggalan Raden Saleh dengan perjanjian harga tanah dikurangi setengah, tapi dengan catatan masjid tidak digusur.

Penjualan tersebut akhirnya dilakukan dan disepakati kedua pihak, namun pemerintah kolonial Belanda mengingkari perjanjian tersebut dan ingin menggusur masjid.

“Yang jadi masalah saat itu, begitu diserahkan tidak ada secarik kertas (perjanjian hitam diatas putih),” kata Haji Syahlani.

Halaman
123

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved