Minggu, 10 Mei 2026

Ramadan 2021

Indahnya Berbagi dengan Zakat dan Bersedekah

Islam sudah jelas memerintahkan untuk berkasih sayang dan cjnta kepada sesama umat manusia.Cara memberikan sebahagian harta melalui zakat dan sedekah.

Tayang:
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
lustrasi warga membayar zakat fitrah. 

Oleh : Denny Nuryadin (Relawan BAZNAS)

TRIBUNNEWS.COM - Kebanyakan orang cinta akan harta, hampir semua orang menyukai uang.

Uang inilah penyebab seseorang dapat selamat dunia akherat atau bisa juga celaka atau binasa, Allah pasti akan memperlihatkannya baik di dunia maupun di akherat.

Kebinasaan bagi mereka dapat ditunjukkan oleh Allah bisa dengan berbagai cara yang bisa saja mereka tidak menyadarinya, seperti hartanya tidak memberikan kebahagiaan dan ketenangan pada jiwanya,, hasrat untuk memiliki harta berlebih tidak pernah habisnya, dikasih 1 minta 2, dikasih 2 minta 3 dan seterusnya.

Baca juga: Menteri Agama Minta Penyaluran Zakat Tidak Timbulkan Kerumunan

Baca juga: Heboh Foto Andre Taulany di Billboard Siap Jadi Wakil Rakyat, Ada Bisnis Konsep Sedekah di Baliknya

Hartanya habis oleh hal-hal yang mengandung pekerjaan sia-sia, hartanya tidak pernah dinikmati sebagaimana orang-orang pada umunnya. Azab dunia bagi mereka bisa Allah tunujukkan melalui sakit yang berkepanjangan tidak pernah kunjung sembuh sehingga hartanya habis untuk berobat.

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2021). Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi sekaligus meluncurkan secara resmi Gerakan Cinta Zakat yang mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah. Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin yakni Menko Polhukam Mahfud Md, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Baznas Noor Achmad, serta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya. Acara tersebut digelar dengan tetap mematuhi dan menjaga protokol kesehatan yang ketat. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2021). Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi sekaligus meluncurkan secara resmi Gerakan Cinta Zakat yang mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah. Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin yakni Menko Polhukam Mahfud Md, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Baznas Noor Achmad, serta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya. Acara tersebut digelar dengan tetap mematuhi dan menjaga protokol kesehatan yang ketat. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr (Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

Rumah tangganya yang berantakan (broken home) karena keluarganya hanya beorientasi pada kehidupan duniawi semata. Hartanya akan semakin menjauhkan dirinya bertakwa kepada Allah SWT. bahkan akan membawa kerusakan kepada dirinya dan orang lain, sebagaimana;
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Artinya: "Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya tidak lebih parah dibandingkan kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan".

Saat ini sudah nampak di depan kita, bahwa kerusakan dimana-mana akibat korupsi merajalela dan cara-cara lain yang melanggar nilai-nilai agama diterabasnya dalam rangka memperoleh harta dan kedudukan (kemuliaan dihadapan manusia).

Masih ada waktu untuk memperoleh kasih sayang dan meningkatkan keimanan serta memperbaiki tauhid kepada Allah, manakala seorang muslim beritikaf di masjid, meningkatkan ibadah baik sunnah maupun wajibnya ditambah memperbanyak pekerjaan amal sholeh, hal jni merupakan cara-cara yang dianjurkan untuk memperoleh kemuliaan dimaksud.

Kemuliaan yang akan didapat pada kemungkinan 1 malam di 10 hari akhir bulan ramadhan, yakni mendapatkan segala kebaikan dimana Allah akan melipat gandakan pahala atas amal sholeh yang dilakukannya pada malam itu, malam itu adalah lailatul qadr disebut juga malam 1000 bulan.

Kemenangan menahan hawa nafsu dan lapar haus serta senantiasa mampu mengendalikan diri dan menghindari terhadap hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah shaumnya adalah bukti dimensi ketaqwaan kepada Allah SWT.

Lalu bagaimana bukti kecintaan dan kasih sayang kepada sesama umat manusia, Islam sudah jelas memerintahkan untuk berkasih sayang dan cjnta kepada sesama umat manusia dengan cara memberikan sebahagian harta dimilikinya berupa berzakat dan bersedekah secara ikhlas sebagai pelaksanaan ibadah dimensi kesholehan sosial

Inilah puncak kemenangan dan indah nya berbagi. Berbagi melalui zakat dan sedekah merupakan bukti pengorbanan manusia atas ego atau keakuan dan keangkuhan hati. Kesadaran yang murni bahwa rezeki dan harta yang dimiliki saat ini merupakan titipan Allah yang diberikan kepadanya dan bukan semata-mata keberhasilan usaha dirinya sendiri.

Berzakat dan bersedekah merupakan bukti perwujudan seorang muslim bersyukur dan senantiasa sabar atas musibah yang menimpa atau kesenangan atas limpahan rezeki yang diterimanya,. Jika dalam kelimpahan rezeki maka senantiasa ia akan infakkan hartanya di jalan Allah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved