Senin, 8 Juni 2026

Ramadan 2026

Cerita Eriko Candra, Pemantau Hilal 1 Ramadan 1447 H yang Jatuh Cinta pada Ilmu Falak

Eriko dari LDII rutin pantau hilal sejak 2022. Meski belum pernah melihat langsung, ia ingin dalami ilmu falak dan punya teleskop canggih

Tayang:
Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
TIM PEMANTAU HILAL: Eriko Candra Utama Tim Pemantau Hilal dari LDII Jakarta saat ikut memantau hilal di Gedung Kanwil Kemenag Jakarta, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa (17/2/2026). Eriko menyebut awal mula ketertarikannya itu pantau hilal karena ingin pelajari ilmu Astronomi. (Fahmi Ramadhan/Tribunnews.com) 

Ringkasan Berita:
  • Eriko Candra Utama dari LDII DKI Jakarta menjadi salah satu pemantau hilal 1 Ramadan 1447 H di Kanwil Kemenag Jakarta 
  • Awalnya ditugaskan sejak 2022, ia kemudian tertarik mendalami ilmu falak dan rutin berlatih setiap pergantian bulan Qomariyah 
  • Meski belum pernah melihat hilal secara langsung, ia berharap kelak dapat menyaksikannya dan memiliki teleskop otomatis yang lebih canggih.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eriko Candra Utama anggota tim hisab rukyat dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DKI Jakarta turut jadi pemantau hilal 1 Ramadan 1447 Hijirah di Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Eriko yang datang bersama 7 rekannya mengungkap awal mula ketertarikannya bergabung bersama tim Kanwil Kemenag Jakarta untuk turut memantau tanda datangnya bulan suci Ramadan.

Kata Eriko awalnya dia memang ditugaskan oleh lembaganya untuk ikut memantau hilal di Kantor Kanwil Kemenag Jakarta.

Namun setelah diikuti sejak tahun 2022 lalu, ketertarikan itu perlahan muncul dibenaknya.

"Awalnya memang kami dapat informasi dan background kami memang bukan astronomi tapi kemudian kami ditugaskan dan setelah ikut beberapa tahun, ternyata ilmu astronomi ilmu Falakiyah sangat menarik dan sangat bisa dipelajari," kata Eriko saat ditemui Tribunnews.com di lantai 7 Gedung Kanwil Kemenag Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Dijelaskan Eriko, untuk bisa melakukan pengamatan hilal, ia dan beberapa rekannya selama ini memang kerap melakukan latihan yang dianjurkan oleh lembaganya.

Latihan itu dilakukan setiap pergantian bulan Qomariyah dalam kalender Islam.

Baca juga: Serba-serbi Pemantauan Hilal Awal Ramadan di Monas: Pakai Teleskop Elektrik Hingga Cerita Tim

"Setiap pergantian bulan Qomariyah kita mencoba tetap mengamati walaupun di tempat masing-masing. Latihannya setiap bulan kita untuk belajar mengamati hilal," jelasnya.

Meski telah terlibat sekitar empat tahun dalam pengamatan hilal, Eriko mengaku tak  muluk-muluk dalam mencari keuntungan.

Ia mengatakan, saat ini yang dia cari adalah ilmu dari teknik pemantauan hilal yang telah ditekuni sejak empat tahun lalu.

Karena hal itu Eriko pun mengungkapkan ketika mendapat undangan dari Kanwil Kemenag untuk ikut terlibat, maka kata dia sebisa apapun ia akan memenuhi undangan tersebut.

"Untuk saat ini memang benefitnya memang ilmu ya. Jadi akhirnya ketertarikan tadi, ya tadi karena hujan pun akhirnya saya berusaha berangkat, jadi saat ini ilmu nya yang menarik," ujarnya.

Keinginan Bisa Lihat Hilal Secara Langsung

Meski telah cukup lama terlibat kegiatan pemantauan hilal, namun Eriko mengaku belum pernah sekalipun melihat hilal secara langsung menggunakan mata kepalanya sendiri ataupun menggunakan alat bantu.

Adapun selama ini dikatakan Eriko, ia baru bisa melihat hilal berdasarkan laporan ataupun dokumentasi yang diberikan oleh tim pemantau hilal lainnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved