Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2026

Ceramah Tarawih Masjid PP Muhammadiyah soal Perbedaan 1 Ramadan: Tak Boleh Merasa Paling Benar

Warga Muhammadiyah mulai melaksanakan salat tarawih perdana pada malam ini. 

Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
BULAN RAMADAN - Ketua DKM Masjid At-tanwir PP Muhammadiyah Nur Achmad memberikan ceramah sebelum melaksanakan salat tarawih perdana di Masjid At-tanwir, Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). Dalam hal ini, ia menyinggung soal perbedaan waktu puasa. 

Ringkasan Berita:
  • Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
  • Ketua DKM Masjid At-tanwir PP Muhammadiyah Nur Achmad berkata Muhammadiyah mempunyai dasar untuk menetapkan 1 Ramadan
  • Nur Achmad mengimbau agar warga Muhammadiyah tidak merasa paling benar, dan menghargai perbedaan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Muhammadiyah sudah mulai melaksanakan salat tarawih di Masjid At-tanwir Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/2/2026).

Dalam tarawih pertama ini, panitia mengadakan ceramah dari Ketua DKM Masjid At-tanwir PP Muhammadiyah Nur Achmad sebelum kegiatan salat dengan jumlah 11 rakaat dilaksanakan.

Nur Rachmat dalam ceramahnya menyinggung penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang kembali berbeda hari antara Muhammadiyah dan pemerintah.

Menurutnya perbedaan itu tidak boleh dimaknai sebagai hal yang aneh karena semuanya mempunyai dasar dan ilmu yang diyakini beberapa pihak.

"Mari kita sambut gembira bulan Ramadan tahun ini, mungkin ada saudara-saudara kita yang mulai berpuasa, ada yang mulai hari ini sudah puasa, ada yang kita ini besok mulai puasa, dan ada saudara kita yang mungkin berpuasanya mulai hari Kamis," ucap Nur Achmad di atas mimbar.

"Kita tidak usah menepuk dada siapa yang paling benar, kita hargai saudara kita, pilihan saudara kita, semua punya dasarnya, semua punya ilmunya, semua punya argumentasinya," sambungnya.

Ia mengatakan Muhammadiyah pun juga mempunyai dasar untuk menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu (18/2/2026).

"Kita yang memilih hari ini tarawih dan besok mulai puasa, kita juga punya argumen, punya dasar, punya logika, yaitu logikanya adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGB).

"Satu bumi, satu matahari, satu bulan, maka tanggalnya sama. Di Arab sama, di Jepang sama, di Amerika sama, di Cina sama, di Indonesia sama, sebagaimana orang-orang lain juga punya kalender yang sama," tuturnya.

Meski begitu, ia tetap berpegang teguh untuk tidak menyalahkan pihak lain yang tidak mempunyai keyakinan yang sama dengan Muhammadiyah.

"Mari kita sambut Ramadan dengan gembira, dengan bahagia dengan begitu insyaallah kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan Ramadan, keberkahan Ramadan, rahmat di bulan Ramadan dan tentu berharap mendapatkan ampunan dari Allah Swt," katanya.

Baca juga: Awal Ramadan Versi Pemerintah Beda dengan Muhammadiyah, MUI Minta Umat Saling Menghormati 

Muhammadiyah sudah memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu (18/1/2026) besok sehingga warga Muhammadiyah mulai melaksanakan salat tarawih perdana pada malam ini. 

Berdasarkan pantauan Tribunnews di Masjid At-tanwir, terlihat sejumlah warga sudah mulai datang sebelum pelaksanaan salat Isya. 

Mereka yang datang mulai dari orang tua hingga anak-anak baik laki-laki dan perempuan untuk mengikuti salat tarawih perdananya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved