Sabtu, 2 Mei 2026

Ramadan 2026

Mengapa Berbuka Puasa Harus dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medisnya

Inilah penjelasan medis mengenai mengapa berbuka puasa harus dengan makanan yang manis sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Kepala Departemen Kedokteran Islam dan Kemuhammadiyahan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, dr. Agus Sukaca, M.Kes menjelaskan mengenai mengapa berbuka puasa harus dengan makanan manis.
  • Menurut dr. Agus, setelah lebih dari 13 jam perut kosong, tubuh kehilangan banyak cadangan energi.
  • Ia mengatakan kunci utama dalam berbuka adalah kecepatan tubuh dalam menyerap nutrisi.

TRIBUNNEWS.COM - Sudah menjadi tradisi turun-temurun di Indonesia untuk menyegerakan berbuka puasa dengan yang manis-manis.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW pun saat melaksanakan buka puasa Ramadhan mengonsumsi makanan manis.

Makanan manis yang dikonsumsi oleh Nabi Muhammad SAW seperti kurma basah atau kering.

Namun, tahukah Anda mengapa kebiasaan ini sangat dianjurkan secara medis?

Kepala Departemen Kedokteran Islam dan Kemuhammadiyahan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, dr. Agus Sukaca, M.Kes memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

Dalam tayangan OASE Tribunnews.com yang tayang pada 20 April 2021, dr. Agus menjelaskan bahwa setelah lebih dari 13 jam perut kosong, tubuh kehilangan banyak cadangan energi.

Kunci utama dalam berbuka adalah kecepatan tubuh dalam menyerap nutrisi.

"Nabi menganjurkan kurma karena buah ini mengandung glukosa sederhana."

"Begitu dikonsumsi, ia sangat cepat dikonversi oleh tubuh menjadi energi," ujar dr. Agus.

Hanya dalam waktu singkat, tubuh yang tadinya lemas akan merasa bertenaga kembali karena asupan gula tersebut langsung masuk ke sistem metabolisme.

Namun, banyak orang yang melakukan kesalahan saat berbuka puasa.

Baca juga: Tips Berpuasa Ramadhan bagi Penderita GERD, Tak Perlu Balas Dendam saat Berbuka

Setelah mendengar adzan Maghrib, banyak yang langsung menyantap makanan berat seperti nasi.

Secara medis, menurut dr. Agus, ini justru kurang efisien.

Dr. Agus menerangkan bahwa nasi mengandung karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses pemecahan kimiawi (Siklus Krebs) yang panjang sebelum menjadi energi.

Hasilnya, jika langsung makan nasi, tubuh tidak segera merasa segar.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved