Ramadan 2026
Perlukah Anak Diberi Tambahan Suplemen agar Kuat Puasa? Ini Kata Dokter
Dokter Spesialis Anak di Sol0, Ardi Santoso, menjelaskan anak sehat dengan pola makan baik, tidak selalu perlu suplemen tambahan khusus karena puasa,
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Memasuki bulan puasa Ramadhan 1447 H, muncul pertanyaan di kalangan orang tua mengenai perlukah anak diberi tambahan suplemen agar kuat menjalani puasa?
Menanamkan kebiasan berpuasa pada anak di Bulan Ramadhan memang dapat dimulai sejak usia dini.
Namun, masing-masing anak memiliki kemampuan berbeda-beda dalam hal menahan lapar dan haus saat berpuasa.
Bagi anak-anak, puasa adalah pengalaman baru yang tidak selalu mudah dijalani.
Oleh sebab itu, diperlukan sejumlah asupan gizi seimbang, dibanding sekadar pemberian suplemen tambahan.
Lantas, perlukah tambahan suplemen saat puasa?
Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo, dr. MN Ardi Santoso, SpA, M.Kes, menjelaskan terkait pemberian suplemen pada anak ketika berpuasa.
Menurutnya, tambahan suplemen khusus tidak selalu diperlukan pada anak yang sehat dan sudah mendapatkan asupan gizi seimbang.
"Pada anak sehat dengan pola makan baik, tidak selalu perlu suplemen tambahan khusus karena puasa," katanya kepada Tribunnews, Selasa (17/6/2026).
Namun, Ardi menambahkan, untuk Vitamin D tetap dianjurkan sesuai rekomendasi usia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan ±600 IU/hari dengan usia di atas 1 tahun.
Kemudian, zat besi diberikan bila ada indikasi anemia.
Baca juga: Umur Berapa Anak Mulai Dilatih Puasa? Kenali 4 Cara Mengajarkan si Kecil Berpuasa
Sementara itu, pada anak dengan asupan kurang atau kondisi khusus dapat dievaluasi dokter.
Prinsipnya, kata Ardi, suplemen bukan pengganti makanan seimbang.
Tips agar Anak Tidak Gampang Lapar dan Kuat Puasa
Dalam keterangannya, Dokter Ardi juga memberikan tips agar anak tidak gampang lapar ketika berpuasa.
Ia menyarankan, agar anak-anak tidak melewatkan momen sahur.