Jejak Spiritual, Budaya dan Cinta di Masjid Raya Fatimah Surakarta, Saksi Janji Pengantin
Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Raya Fatimah Surakarta menjelma menjadi ruang yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan cinta.
Ringkasan Berita:
- Masjid Raya Fatimah Surakarta menjelma menjadi ruang yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan cinta.
- Tak hanya doa dan ilmu, namun ada janji suci pernikahan diucapkan di Masjid ini.
- Masjid di Jalan dr Radjiman Nomor 193, Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah telah lama dikenal masyarakat sebagai “Masjid Pengantin”.
TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Raya Fatimah Surakarta menjelma menjadi ruang yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan cinta.
Di sanalah, doa-doa dipanjatkan, ilmu ditanamkan, dan janji suci diikrarkan.
Baca juga: Antusiasme Warga Lebak Sambut Ramadan Perdana di Masjid Ar Rahman Maja
Di tengah hiruk-pikuk Kota Bengawan, berdiri sebuah masjid yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi ribuan janji suci.
Masjid Raya Fatimah, yang berlokasi di Jalan dr Radjiman Nomor 193, Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah telah lama dikenal masyarakat sebagai “Masjid Pengantin”.
Julukan itu bukan tanpa alasan, sejak dipindahkan ke lokasi sekarang pada 2004, masjid ini menjelma menjadi destinasi religi sekaligus pilihan utama pasangan calon pengantin untuk melangsungkan akad nikah.
Baca juga: Ribuan Warga Palestina Padati Masjid Al-Aqsa, Tarawih Pertama Digelar Meski Israel Batasi Akses
Letaknya yang berada di jalur utama pusat kota membuat akses menuju masjid begitu mudah dijangkau, baik oleh warga Solo maupun pendatang dari luar daerah.
Dari luar, bangunan masjid tampak megah dengan arsitektur modern yang berpadu serasi dengan sentuhan tradisional.
Rimbunnya pepohonan dan tanaman hijau di sepanjang jalan masuk menghadirkan suasana sejuk dan menenangkan.
Sebuah lorong bernuansa hijau menuntun langkah pengunjung menuju area utama masjid. Spot yang kerap dimanfaatkan untuk berfoto karena tampilannya yang estetik dan Instagramable.
Memasuki ruang dalam, nuansa klasik khas Jawa berpadu sentuhan Timur Tengah langsung terasa. Dinding utama masjid didominasi gebyok kayu jati berukir motif batik.
Ukiran raksasa itu bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan simbol kuatnya akar tradisi lokal yang dihadirkan dalam balutan kemegahan.
Kesan mewah sekaligus hangat menyelimuti ruangan, menciptakan atmosfer sakral yang mendukung prosesi akad nikah.
Tak heran jika ribuan pasangan telah mengikat janji suci di tempat ini. Takmir masjid menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang resepsi berpendingin udara hingga pelaminan berlatar ukiran Jawa.
Menariknya, biaya penyelenggaraan acara di masjid ini relatif terjangkau dibandingkan gedung pertemuan lain, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjid-raya-fatimah.jpg)