Minggu, 19 April 2026

Ramadan 2026

Anak Punya Maag, Bolehkah Berpuasa? Ini Penjelasan Dokter dan Tips Puasa bagi Penderita Maag

Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo, dr. MN Ardi Santoso, menjelaskan mengenai tips puasa bagi anak yang memiliki maag.

Ringkasan Berita:
  • Sakit maag adalah gejala yang terjadi pada perut bagian atas terasa perih, perut begah, kembung dan sensasi terbakar.
  • Pada bulan puasa ini, anak-anak yang memiliki maag tetap bisa berpuasa disesuaikan kemampuan. 
  • Tentunya, dengan memperhatikan kondisi tubuh, sebaiknya menghindari makanan pedas dan berlemak.

 

TRIBUNNEWS.COM - Gangguan pencernaan seperti maag hingga GERD masih menjadi persoalan kesehatan yang kerap dialami masyarakat Indonesia. Terutama ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan

Sakit maag adalah gejala yang terjadi pada perut bagian atas, terutama sebelah kiri, terasa perih, perut begah, kembung dan sensasi terbakar.

Sakit maag tak hanya dialami orang dewasa, anak-anak juga berpotensi menderita maag (dispepsia).

Adapun keluhan sakit maag yakni rasa tidak nyaman di perut bagian atas, seperti kembung hingga sensasi terbakar. 

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa faktor yang dapat memicu kambuhnya sakit maag.

Mulai dari kebiasaan makan yang tidak teratur, makan makanan yang mengandung gas, stres hingga emosi.

Memasuki bulan Ramadan 1447 H ini, apakah boleh anak dengan riwayat maag maupun asam lambung berpuasa?

Penjelasan Dokter Anak

Kepada Tribunnews, Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo, dr. MN Ardi Santoso, SpA, M.Kes, menjelaskan mengenai sakit maag pada si kecil saat berpuasa.

Menurut Ardi, perlu dibedakan apakah sakit yang dirasakan sang anak masih dalam kondisi ringan atau nyeri hebat. 

"Perlu dibedakan, jika hanya keluhan ringan dan terkontrol, (maka) boleh belajar puasa dengan pengawasan," katanya, Selasa (17/6/2026).

Baca juga: Agar Puasa Bisa Menenangkan Jiwa, Ikuti 7 Tips dari Psikiater

Sementara itu, jika kondisi GERD berat, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter. 

"Jika ada GERD berat, nyeri hebat, muntah berulang, atau gangguan tumbuh kembang, sebaiknya konsultasi dokter terlebih dahulu," lanjut Ardi.

Secara medis, lambung anak memang memproduksi asam dan saat kosong lebih lama bisa memicu keluhan pada anak sensitif.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana konten atau isi lambung mengalir kembali ke esofagus, kemudian menyebabkan gejala yang mengganggu, seperti mulas dan regurgitasi asam. 

KESEHATAN WARGA - Setelah menjalani puasa selama satu bulan, warga dengan tertib mengikuti cek kesehatan warga dan balita secara gratis di Balai RW 06 Kel Tenggilis Mejoyo, Kec Tenggilis Mejoyo Surabaya, Kamis (10/4/2025).  Pemeriksaan oleh Puskesmas Tenggilis (pusat pelayanan keluarga) dengan Kader Surabaya Hebat (KSH) diantaranya cek gula darah dan asam urat serta mengukur tinggi dan berat badan serta imunisasi pada balita. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)
KESEHATAN WARGA - Setelah menjalani puasa selama satu bulan, warga dengan tertib mengikuti cek kesehatan warga dan balita secara gratis di Balai RW 06 Kel Tenggilis Mejoyo, Kec Tenggilis Mejoyo Surabaya, Kamis (10/4/2025). Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo, dr. MN Ardi Santoso, SpA, M.Kes, menjelaskan mengenai tips puasa bagi anak yang memiliki maag. (Surya/Habibur Rohman)

Tips Puasa untuk Anak dengan Maag

Anak yang memiliki riwayat maag bisa berpuasa sesuai kemampuan masing-masing.

Sebagai orang tua, Anda bisa membantu anak menyiapkan kebutuhan makanan dengan gizi seimbang.

Dokter Ardi membagikan tips puasa bagi anak yang memiliki maag:

1. Jangan lewatkan sahur

2. Pilih makanan tidak pedas, tidak asam, tidak berlemak tinggi

Lemak yang tak sehat menjadi musuh utama bagi penderita maag. Sebab, makanan tersebut, cenderung lambat dicerna dapat memicu peningkatan asam lambung. 

Selain itu, makanan pedas juga bisa menyebabkan sakit perut dan membuat asam lambung mudah naik.

3. Hindari minuman bersoda/kafein

4. Makan porsi kecil tapi cukup saat sahur

Makan yang berlebihan saat sahur atau berbuka dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan peningkatan asam lambung. 

Ketika berbuka dan sahur, pilihlah makanan yang sesuai dikonsumsi oleh penderita maag contohnya nasi atau oatmeal. 

Perlu diperhatikan juga cara dalam pengolahan makanan.

Sebaiknya, konsumsi makanan yang diolah dengan cara dikukus, direbus atau dipanggang.

5. Bila perlu, minum obat sesuai resep dokter

6. Jika muncul nyeri hebat atau muntah, puasa bisa dihentikan

Baca juga: Fadhilah Puasa Hari Kedua Ramadan 2026/1447 H, Ini Keutamaan & Pahalanya

Tips agar Anak Tak Gampang Lapar dan Kuat Puasa

Menanamkan kebiasan berpuasa pada anak di Bulan Ramadhan dapat dimulai sejak masih kecil, namun perlu disesuaikan dengan kemampuan.

Bagi anak-anak, puasa adalah pengalaman baru yang tidak selalu mudah dijalani. 

Ketika perut mulai terasa lapar atau tenggorokan kering, wajar jika si kecil mengeluh dan merasa tidak nyaman. Namun, di balik itu, terdapat pembelajaran tentang kesabaran, pengendalian diri, keimanan, dan rasa syukur.

Orang tua dapat membantu anak memberikan pemahaman bahwa rasa lapar saat puasa adalah bagian dari latihan menahan diri, khususnya setelah waktu Subuh sampai Maghrib.

Apalagi kewajiban puasa termuat dalam firman Allah SWT, seperti yang disebutkan pada Al-quran.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al-Baqarah: 183). 

Agar anak tidak gampang lapar ketika berpuasa, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan. 

Pada waktu sahur, orang tua bisa menyiapkan makanan dengan karbohidrat komplek. Misalnya, nasi atau roti gandum ,bukan gula sederhana

Kemudian, cukup minum saat malam hari, tidur cukup, hindari aktivitas fisik berat siang hari, serta latih bertahap (tidak langsung penuh)

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved