Rabu, 13 Mei 2026

Ramadan 2026

Agar Puasa Bisa Menenangkan Jiwa, Ikuti 7 Tips dari Psikiater

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bisa jadi momen untuk menenangkan pikiran dan hati.

Tayang:
Freepik
ILUSTRASI PUASA RAMADAN - Foto ini diambil dari Freepik pada Rabu (19/2/2025). Foto ini menunjukkan ilustrasi puasa Ramadan 2026.Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bisa jadi momen untuk menenangkan pikiran dan hati. 

Ringkasan Berita:
  • Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, ada kondisi psikologi yang dilatih.
  • Puasa bisa jadi momen untuk menenangkan pikiran dan hati.
  • Penelitian menunjukkan puasa dengan membatasi makan dengan sadar dapat membantu stabilisasi mood, meningkatkan kontrol impuls, serta memperkuat makna hidup.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bisa jadi momen untuk menenangkan pikiran dan hati.

Psikiater Lahargo Kembaren mengatakan, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan agar kesehatan jiwa terjaga sehingga batin terasa lebih tenang.

Baca juga: Apakah Menyikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan dan Hukumnya

Menurut sejumlah penelitian, puasa maupun intermittent fasting menunjukkan bahwa membatasi makan dengan sadar dapat membantu stabilisasi mood, meningkatkan kontrol impuls, serta memperkuat makna hidup.

Ada istilah detoksifikasi psikologis yaitu proses penataan ulang pola pikir, emosi, dan kebiasaan mental yang terlalu penuh oleh distraksi dan tekanan.

1. Belajar Menenangkan Reaksi Batin

Contoh aktivitas sederhana adalah latihan napas perlahan saat emosi mulai naik dan menunda respons terhadap pesan atau konflik hingga emosi lebih stabil.

“Puasa melatih hati untuk merespons dengan sadar, bukan sekadar bereaksi,” kata dia di Jakarta, Kamis (19/2).

2. Menguatkan Makna dan Harapan

Saat menjalankan puasa hampir selalu diiringi ibadah yang lebih banyak dan rutin misalnya doa, salat, membaca al-quran dan refleksi diri.

Dalam psikologi ini dikenal sebagai spiritual coping, cara seseorang menggunakan nilai spiritual untuk menghadapi tekanan hidup.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mempraktikkan coping spiritual cenderung memiliki: rasa makna hidup lebih kuat, tingkat harapan yang lebih tinggi, serta kemampuan menerima situasi sulit dengan lebih tenang.

Contoh aktivitas yang bisa dilakukan , membaca al-quran, doa atau renungan serta menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap malam.

3. Menurunkan Stres

Contoh aktivitas adalah jalan santai, olahraga ringan menjelang berbuka dan mengurangi paparan berita atau media sosial yang memicu stres.

“Puasa bukan sekedar menahan makan, tetapi memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat,” ungkap anggota Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI.

4. Kesempatan untuk Reset Mental

Secara psikologis, saat berpuasa bisa memberi peluang untuk mengubah kebiasaan lama menjadi pola yang lebih sehat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved