Jumat, 10 April 2026

Ramadan 2026

Kombinasi Kurma dan Tempe Saat Puasa: Sumber Energi dan Protein yang Ideal

Kombinasi kurma dan tempe menjadi pilihan menu sahur dan berbuka yang ideal karena mampu memenuhi kebutuhan energi dan protein selama puasa.

Tribunnews/Jeprima
BUAH KURMA - Pedagang menata buah kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (1/3/2025). Kombinasi kurma dan tempe menjadi pilihan menu sahur dan berbuka yang ideal karena mampu memenuhi kebutuhan energi dan protein selama puasa. Tribunnews/Jeprima 

Sementara itu, tempe memiliki kualitas protein yang sangat baik serta mengandung lemak dengan asam lemak esensial seperti linoleat dan linolenat.

Dalam 100 gram tempe terkandung sekitar 18–20 gram protein, 8 gram karbohidrat, 8,8–9 gram lemak, serta sekitar 14 gram serat.

Tempe juga kaya mineral penting seperti zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, dan kalium.

"Karena kandungan kalori kurma lebih tinggi dibandingkan tempe, sedangkan tempe mengandung protein lebih tinggi, maka idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma lebih sedikit," ungkapnya.

Meski demikian, Prof Ahmad menegaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada perbedaan khusus dalam kombinasi kurma dan tempe, baik dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Olahan untuk Sahur dan Berbuka

Untuk memaksimalkan manfaat gizi kedelai, Prof Ahmad menyarankan agar kedelai dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti tempe, tahu, maupun susu kedelai.

Menurutnya, proses pengolahan yang tepat dapat membantu meningkatkan daya cerna serta mempertahankan kandungan nutrisinya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mengkreasikan kurma dan tempe dalam berbagai variasi menu agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi, terutama saat sahur dan berbuka puasa.

"Kurma dan tempe dapat diolah menjadi berbagai menu yang lezat, seperti smoothie kurma-tempe atau sandwich tempe-kurma," ungkapnya.

Manfaat bagi Penderita Diabetes

Prof Ahmad menjelaskan, kurma memiliki potensi dalam mendukung pengelolaan diabetes.

"Buah kurma dilaporkan memiliki potensi yang baik untuk pengobatan diabetes karena mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Senyawa ini juga dapat menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase," jelasnya.

Ia menambahkan, konsumsi dua hingga tiga butir kurma per hari masih dapat memberikan manfaat bagi penderita diabetes jika menjadi bagian dari pola makan seimbang.

"Dalam jumlah wajar, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan," ujarnya.

Sementara itu, tempe dinilai aman dan bermanfaat dalam membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena rendah karbohidrat, tinggi protein, serta memiliki indeks glikemik yang relatif rendah.

"Tempe tidak memicu lonjakan gula darah dan memberi rasa kenyang lebih lama. Penderita diabetes dapat mengonsumsinya tanpa batasan khusus, selama tetap memperhatikan asupan kalori harian," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Latifah)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved