Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari Ketiga Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Keutamaannya
Fadhilah puasa hari ketiga Ramadhan 2026 adalah Allah SWT memberi kepada orang yang berpuasa taman permata yang indah di surga Firdaus.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan.
Rasulullah mengambarkan bahwa “Setiap hari dari hari-hari Ramadhan, Allah memiliki ribuan hamba-Nya yang harus dibebaskan dari siksaan api neraka pada saat mereka akan berbuka puasa. Mereka sebenarnya sudah siap untuk dimasukkan ke dalam api nereka.”
“Demikian pula pada hari terakhir sari bulan Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba-Nya yang telah berpuasa, yang jumlahnya sama dengan yang dibebaskan pada hari-hari sebelumnya, sejak hari pertama.”
Selanjutnya Ahmad Thib Raya juga mengutip hadis tetang Fadhilah puasa Ramadhan diriwayatlkan oleh Abdullah Ibn Mas’ud, di dalam Musdanya.
“Dari Ibn Mas’ud r.a., dia mendengar Rasulullah bersabda pada saat awal Ramadhan: “Jika hamba-hamba Allah mengetahui rahasia-rahasia yang terdapat di dalam bulan Ramadhan, maka umatku akan berharap agar Ramadhan itu terjadi sepanjang tahun. (Mendengar ucapan Rasulullah itu), ada seseorang yang berasal dari suku Khuzaa’ah meminta kepada Rasulullah untuk menjelaskan rahasia yang terdapat di dalam bulan Ramadhan itu," ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Bacaan Doa Hari Ketiga Ramadhan 1447 H
Yaa Allah!
Berikanlah aku Rezki Akal Dan Kewaspadaan.
Dan Jauhkanlah aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan.
Sediakanlah Bagian Untukku Dari Segala Kebaikan
Yang Kau Turunkan, Demi Kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan!
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada doa khusus yang diwajibkan hanya pada malam Ramadan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ibadah-di-10-hari-terakhir-ramadan-dengan-tadarus-al-quran_20210506_151138.jpg)