Senin, 27 April 2026

Ramadan 2026

Puasa Bukan Waktu Kejar Body Goals, Ini Risiko Terlalu Ekstrem Pasang Target Olahraga saat Ramadan

Banyak yang ragu berolahraga saat Ramadan. Namun ada yng justru menjadikan bulan puasa sebagai momen “balas dendam” untuk membentuk tubuh ideal.

Menurut dr. Risky, target ekstrem seperti itu sebaiknya dihindari karena dapat membebani tubuh yang sedang beradaptasi dengan pola makan terbatas.

Ramadan bukan waktu yang tepat untuk memaksakan transformasi fisik besar-besaran. Justru, tubuh membutuhkan pendekatan yang lebih mindful dan realistis.


Ibu Hamil, Menyusui, dan Penderita Penyakit Kronis Harus Lebih Hati-hati

Ada pula kelompok yang perlu perhatian khusus jika ingin berolahraga saat puasa. Di antaranya ibu hamil, ibu menyusui, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes melitus, hipertensi, atau penyakit jantung.

“Kalau misalkan mau berpuasa itu juga tentunya harus didiskusikan dengan dokter yang merawat,” tegasnya.

Bagi sebagian penderita penyakit kronis, olahraga justru menjadi bagian dari terapi rutin selain konsumsi obat. 

Karena itu, penyesuaian intensitas dan waktu latihan harus dibicarakan dengan dokter agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

Menurut dr. Risky, kelompok-kelompok ini perlu lebih berhati-hati agar olahraga yang dilakukan tetap aman dan tidak meningkatkan risiko komplikasi.

Intinya, olahraga saat puasa bukan soal ambisi, melainkan konsistensi. Ramadan bisa menjadi waktu untuk menjaga ritme aktivitas fisik tetap stabil, bukan untuk membuktikan kemampuan ekstrem.

Dengan memahami batas tubuh dan menyesuaikan intensitas latihan, olahraga tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama Ramadan. 

Kuncinya sederhana yaitu realistis, terukur, dan tidak memaksakan diri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved