Kamis, 7 Mei 2026

Ramadan 2026

Puasa Bukan Waktu Kejar Body Goals, Ini Risiko Terlalu Ekstrem Pasang Target Olahraga saat Ramadan

Banyak yang ragu berolahraga saat Ramadan. Namun ada yng justru menjadikan bulan puasa sebagai momen “balas dendam” untuk membentuk tubuh ideal.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Puasa bagi sebagian orang dijadikan sebagai momen “balas dendam” untuk membentuk tubuh ideal.
  • Dokter Spesialis Kedokteran Olahrag mengingatkan tujuan puasa perlu diluruskan.
  • Olahraga tak harus dihindari pada waktu kita berpuasa, namun ada aturannya.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang ragu untuk tetap berolahraga saat Ramadan. 

Tak sedikit pula yang justru menjadikan bulan puasa sebagai momen “balas dendam” untuk membentuk tubuh ideal.

Baca juga: Olahraga Saat Puasa Bikin Lemas? Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Tips Aman Jaga Stamina

Padahal, menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga yang berpraktik di RS Pondok Indah, dr. Risky Dwi Rahayu Sp.KO, olahraga saat puasa tetap boleh dilakukan. Namun, tujuannya perlu diluruskan.

“Olahraga itu bukan salah satu aktivitas yang harus dihindari pada waktu kita berpuasa. Tapi memang kalau misalkan kita terlalu mengusahakan diri juga tidak bagus,” ujarnya ungkapnya pada media briefing virtual, Minggu (22/2/2026). 


Fungsi Olahraga Saat Puasa: Pertahankan Kebugaran

Menurut dr. Risky, prinsip utama olahraga selama Ramadan bukan untuk mencetak prestasi baru atau mengejar performa puncak.

“Berolahraga pada saat puasa itu adalah bukan waktu yang tepat untuk membuat target-target baru,” jelasnya.

Baca juga: Tips Olahraga Saat Puasa Ramadan, Pilih Waktu dan Jenis yang Tepat

Artinya, jika sebelumnya seseorang sedang menjalani program latihan berat seperti persiapan maraton atau mengejar peak performance, Ramadan bukan momen ideal untuk memaksimalkan intensitas tersebut.

Fokusnya adalah mempertahankan tingkat kebugaran dan kesehatan agar setelah Ramadan selesai, tubuh tidak perlu beradaptasi dari nol. 

Dengan begitu, aktivitas fisik bisa kembali ditingkatkan secara bertahap tanpa risiko cedera atau kelelahan berlebih.


Jangan Pasang Target Turun 10 Kg dalam Sebulan

Idealnya saat yang tepat untuk berolahraga adalah sebelum sahur, sebelum berbuka dan setelah berbuka.
Idealnya saat yang tepat untuk berolahraga adalah sebelum sahur, sebelum berbuka dan setelah berbuka. (dok.)

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah ekspektasi. 

Banyak orang yang sebelumnya jarang berolahraga, lalu tiba-tiba ingin membentuk kebiasaan baru selama Ramadan dengan target besar.

Misalnya, ingin menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu singkat.

Menurut dr. Risky, target ekstrem seperti itu sebaiknya dihindari karena dapat membebani tubuh yang sedang beradaptasi dengan pola makan terbatas.

Ramadan bukan waktu yang tepat untuk memaksakan transformasi fisik besar-besaran. Justru, tubuh membutuhkan pendekatan yang lebih mindful dan realistis.


Ibu Hamil, Menyusui, dan Penderita Penyakit Kronis Harus Lebih Hati-hati

Ada pula kelompok yang perlu perhatian khusus jika ingin berolahraga saat puasa. Di antaranya ibu hamil, ibu menyusui, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes melitus, hipertensi, atau penyakit jantung.

“Kalau misalkan mau berpuasa itu juga tentunya harus didiskusikan dengan dokter yang merawat,” tegasnya.

Bagi sebagian penderita penyakit kronis, olahraga justru menjadi bagian dari terapi rutin selain konsumsi obat. 

Karena itu, penyesuaian intensitas dan waktu latihan harus dibicarakan dengan dokter agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

Menurut dr. Risky, kelompok-kelompok ini perlu lebih berhati-hati agar olahraga yang dilakukan tetap aman dan tidak meningkatkan risiko komplikasi.

Intinya, olahraga saat puasa bukan soal ambisi, melainkan konsistensi. Ramadan bisa menjadi waktu untuk menjaga ritme aktivitas fisik tetap stabil, bukan untuk membuktikan kemampuan ekstrem.

Dengan memahami batas tubuh dan menyesuaikan intensitas latihan, olahraga tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama Ramadan. 

Kuncinya sederhana yaitu realistis, terukur, dan tidak memaksakan diri.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved