Ramadan 2026
Olahraga Saat Puasa Bikin Lemas? Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Tips Aman Jaga Stamina
Dengan penyesuaian waktu, intensitas, dan kondisi lingkungan, olahraga selama puasa tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Ringkasan Berita:
- Olahraga saat puasa tetap bisa dilakukan, selama disesuaikan dengan kondisi tubuh dan intensitas aktivitas
- Meski semua waktu dinilai memungkinkan, olahraga saat puasa tidak bisa disamakan dengan hari biasa
- Jenis olahraga dengan intensitas rendah dinilai lebih aman karena tubuh tidak mendapat asupan cairan sepanjang hari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang Ramadan, banyak orang mulai bertanya-tanya soal rutinitas olahraga.
Di satu sisi ingin tetap aktif dan bugar, di sisi lain khawatir tubuh menjadi lemas saat puasa.
Dokter dari Medical Center Kompas Gramedia yang juga menjabat sebagai Health Management Specialist Corporate HR, dr Santi, menegaskan bahwa olahraga saat puasa tetap bisa dilakukan, selama disesuaikan dengan kondisi tubuh dan intensitas aktivitas.
Baca juga: Pasien Diabetes Wajib Tahu! Cara Aman Olahraga dan Tetap Aktif Saat Puasa
Menurutnya, tidak ada satu waktu yang mutlak paling benar untuk berolahraga selama Ramadan.
Setiap orang bisa menyesuaikan dengan jadwal dan preferensi masing-masing.
“Sebenarnya kalau olahraga itu terserah sih. Tergantung preferensi. Tergantung kemampuan. Tergantung jadwalnya. Nggak ada rekomendasinya. Karena semua waktu itu bagus,” ujarnya pada siaran radio Sonora FM dilansir, Selasa (17/2/2026).
Fleksibel, Tapi Harus Disesuaikan Intensitasnya
Meski semua waktu dinilai memungkinkan, olahraga saat puasa tidak bisa disamakan dengan hari biasa. Kunci utamanya ada pada pengaturan intensitas.
Bagi yang memilih olahraga setelah sahur, dr Santi menyarankan aktivitas ringan agar tidak memicu dehidrasi berlebihan.
Jenis olahraga dengan intensitas rendah dinilai lebih aman karena tubuh tidak mendapat asupan cairan sepanjang hari.
“Iya. Semua waktu itu bagus. Sepanjang itu dilakukan dan tidak menyebabkan gangguan,” katanya.
Ia menyarankan memilih pakaian olahraga yang tipis, berbahan katun, dan longgar agar tubuh tidak mudah panas.
Lokasi olahraga juga sebaiknya memiliki sirkulasi udara baik dan tidak gerah.
Prinsip yang sama berlaku bagi mereka yang berolahraga menjelang berbuka.
Pada waktu ini, tubuh sudah mendekati kondisi dehidrasi sehingga aktivitas berat perlu dihindari.