Selasa, 28 April 2026

Ramadan 2026

Agar Ketaatan Tak Luntur setelah Bulan Ramadan Rampung, Isi Puasa dengan Banyak Dzikir

Memperbanyak dzikir kepada Allah menjadi solusi mempertahankan ketaatan kaum muslim di luar bulan Ramadan saat menjalankan kehidupan sehari-hari.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BUKA PUASA - Umat muslim mengikuti buka puasa bersama yang disediakan Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Memperbanyak dzikir kepada Allah menjadi solusi mempertahankan ketaatan kaum muslim di luar bulan Ramadan saat menjalankan kehidupan sehari-hari. 

Puasa yang main-main maksudnya adalah puasa yang masih menuruti hawa nafsunya, sedikit dzikirnya, dan banyak lalainya.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari sahabat Sahl bin Mu'adz radhiyallahu'anhu yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya dan Imam Ath Thobroni.

'Seorang bertanya kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata: Mujahidin mana yang paling besar pahalanya wahai Rasulullah? beliau menjawab: Yang paling banyak dzikirnya. Ia bertanya lagi: Orang yang berpuasa yang paling banyak pahalanya? beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Yang paling banyak dzikirnya. Kemudian orang tersebut menyebutkan shalat, zakat, haji dan sedekah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab semuanya dengan sabdanya: Yang paling banyak dzikirnya. Maka Abu Bakar berkata kepada Umar Radhiyallahu anhu: Orang-orang yang selalu mengingat Allah Azza wa Jalla membawa semua kebaikan!! maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Iya.'

Hadits di atas menerangkan pentingnya dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala di setiap aktivitas yang dijalani.

Termasuk juga saat kaum muslimin menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Memperbanyak dzikir akan membantu manusia meninggalkan sesuatu yang melalaikan, seperti main video game atau menonton sesuatu yang tidak bermanfaat.

Ustadz Rizky juga menegaskan inti dari semua ibadah adalah dzikir.

"Apapun ibadahnya itu harus diisi dengan dzikir, karena yang menentukan keberkahan ibadah itu bukan gerakannya, ritualnya, tetapi dzikir yang menyambung hati kita kepada Allah," ujar Ustadz Rizky Narendra.

"Demikian pula dengan puasa. Hal yang membuat puasa kita berharga itu bukan soal menahan lapar dan minum, tetapi mengisi puasa kita, sambil menahan makan dan minum, dengan dzikir kepada Allah."

"Itu yang membuat puasa menjadi berkah," paparnya.

Sebaliknya, orang yang mengisi puasanya dengan kelalaian, dzikirnya sedikit, hal tersebut akan merugikan dirinya sendiri.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

'Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga,' hadits riwayat Ath Thobroni.

Ada juga hadits lain yang menegaskan pentingnya meninggalkan hal-hal yang merugikan diri saat puasa.

'Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan,' hadits riwayat Bukhari no. 1903.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved