Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Keutamaan & Pahalanya
Fadhilah puasa hari ke-6 Ramadhan 2026 / 1447 H keutamaannya Allah SWT memberi kalian di surga Darus Salam seratus ribu kota.
Lalu Jibril menancapkan bendera itu di atas Ka’bah.
Jibril memiliki 100 sayap, dan dua di antara sayapnya itu tidak pernah dikembangkannya kecuali pada malam itu. Lalu Jibril membentangkan dua sayapnya itu hingga mencapai ujung barat dan ujung timur bumi.
Lalu Jibril memerintahkan para malaikat untuk mengucapkan salam kepada setiap orang yang berdiri, yang duduk, yang salat, dan berzikir dan bersalaman dengan mereka, lalu mereka mengaminkan semua doa yang mereka mohonkan kepada Allah hingga terbit fajar.
“Apabila fajar telah terbit, Jibril menyeru kepada semua malaikat, kembalilah, kembalilah. Lalu para malaikat itu bertanya: “Wahai Jibril, apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk memenuhi hajat/ kebutuhan orang-orang beriman dari umat Muhammad saw? Lalu Jibril menjawab: “Pada ini Allah memperhatikan orang-orang yang beriman, lalu Allah memaafkan mereka, mengampuni mereka, kecuali empat orang. Lalu ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, siapa mereka yang empat itu? Nabi menjawab: “peminum khamar, orang yang berdosa kepada kedua orang tuanya, orang yang memutuskan hubungan silaturrahim, dan orang yang bermusuhan,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Senin (23/2/2026).
Bacaan Doa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H
Yaa Allah! Janganlah Engkau Hinakan aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu,
Dan Janganlah Engkau Pukul aku Dengan Cambuk Balasan-Mu.
Jauhkanlah aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu, Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu.
Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan!
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada doa khusus yang diwajibkan hanya pada malam Ramadan.
Umat Islam diperbolehkan memanjatkan doa apa pun yang baik sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Doa memohon kesehatan agar mampu berpuasa, doa agar diberi kekhusyukan dalam salat tarawih, serta doa agar Ramadan menjadi sarana perbaikan diri sangat dianjurkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tadarus-Al-Quran-di-Bulan-Ramadan_20260222_151933.jpg)