Rabu, 22 April 2026

Ramadan 2026

Bolehkah Melanjutkan Makan dan Minum Sahur meski Bangun pada Waktu Imsak?

Bolehkah kita tetap melanjutkan makan dan minum saat sahur meski bangun di waktu imsak? Simaklah penjelasannya menurut agama di artikel ini.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Febri Prasetyo

Yani memberikan panduan tegas dalam kondisi tersebut.

Pertama, kata Yani, begitu adzan subuh berkumandang, segala aktivitas yang membatalkan puasa harus dihentikan saat itu juga.

Yani juga menjelaskan jika makanan sudah terlanjur dikunyah atau ditelan, puasa tetap sah.

Namun, tidak diperkenankan untuk sengaja menelan makanan yang masih bisa dikeluarkan setelah adzan terdengar.

Kemudian, lanjut Yani, sering kali orang yang terburu-buru makan seringkali merasa haus tepat saat adzan mulai.

Yani menjelaskan bahwa rasa haus atau seret harus ditahan sebisanya karena fungsi puasa adalah menahan diri.

Kecuali dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa seperti tersedak parah, barulah tindakan minum diperbolehkan untuk penyelamatan nyawa, meski konsekuensi puasanya perlu diperhatikan lebih lanjut.

Baca juga: Langkah Utama Memperbaiki Kualitas Puasa di Bulan Ramadan, Hadirkan Hati saat Berdzikir

Perbedaan Waktu Adzan Antar Masjid

Fenomena di Indonesia sering kali menunjukkan perbedaan waktu adzan subuh antar masjid yang saling bersahutan.

Mengenai hal ini, Yani menyarankan untuk bersikap hati-hati.

Jika masjid terdekat di lingkungan tempat tinggal belum adzan, namun masjid lain sudah, sebaiknya aktivitas sahur segera diakhiri untuk menghindari keragu-raguan mengenai masuknya waktu fajar.

Lebih lanjut, Yani juga mengingatkan umat Muslim untuk menjaga esensi puasa.

Beliau menekankan pentingnya menjaga "ruh" puasa dengan menghindari perilaku seperti ghibah (bergosip) dan flexing (pamer kemewahan) di media sosial.

Karena, menurut Yani, meskipun hal-hal tersebut tidak membatalkan puasa secara fisik, mereka dapat mengurangi atau bahkan menghapus pahala puasa itu sendiri.

"Puasa itu untuk Allah, bukan untuk masyarakat atau keluarga."

"Gunakan hati dan akal untuk mengontrol syahwat dan keinginan duniawi agar kualitas ibadah kita tetap terjaga," katanya.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved