Ramadan 2026
3 Waktu Terbaik Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadan Menurut Ulama, Lengkap dengan Haditsnya
Waktu terbaik membaca Al-Qur’an adalah sepertiga malam terakhir, setelah Subuh, serta antara Magrib dan Isya atau setelah Ashar.
Waktu transisi antara Magrib dan Isya termasuk momen yang penuh keberkahan.
Banyak ulama salaf mengisi waktu ini dengan tilawah untuk menjaga kesinambungan ibadah dari siang ke malam.
3. Waktu Siang Hari
Bagi mereka yang bertadarus di siang hari, waktu yang paling utama adalah setelah salat Subuh hingga matahari terbit dan setelah salat Ashar, sebagai penutup aktivitas dengan ibadah yang menenangkan hati.
Lantas, mengapa waktu-waktu tersebut begitu ditekankan?
Di bulan Ramadan, setiap amal saleh dilipatgandakan.
Namun, tadarus bukan sekadar mengejar target khatam.
Tujuan utamanya adalah memahami makna (ma’ani) dan menghadirkan perenungan dalam hati.
Dengan memilih waktu yang tenang dan penuh keberkahan, seorang Muslim dapat lebih mudah menjaga konsistensi (istiqamah) dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Meski demikian, keberkahan tadarus tidak akan sempurna tanpa adab.
Imam an-Nawawi mengingatkan agar pembaca Al-Qur’an berada dalam keadaan suci, menghadap kiblat, serta membaca dengan tartil (perlahan dan jelas).
Jangan sampai keinginan untuk cepat khatam justru menghilangkan keindahan tajwid dan kedalaman makna.
Memanfaatkan waktu-waktu utama untuk tadarus di bulan Ramadan adalah bentuk penghormatan terhadap bulan suci ini. Malam yang sunyi, sepertiga malam yang syahdu, serta waktu-waktu setelah salat fardu merupakan gerbang menuju kedekatan dengan Allah SWT.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tadarus-Al-Quran-di-Bulan-Ramadan_20260222_155826.jpg)