Ramadan 2026
Menu Sahur Ideal untuk Jaga Jantung saat Puasa, Dokter Gizi: Jangan Skip Sayur dan Buah
Komposisi sahur yang tepat berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, energi harian, hingga mencegah kehilangan massa otot.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Komposisi sahur yang tepat berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, energi harian.
- Menu sahur apa sebenarnya yang komposisinya ideal?
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sahur sering dianggap sekadar “biar kuat puasa”.
Padahal, komposisi sahur yang tepat berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, energi harian, hingga mencegah kehilangan massa otot.
Baca juga: Tak Puasa karena Hamil Tua, Alyssa Daguise Siapkan Menu Sahur untuk Al Ghazali
Lalu seperti apa sebenarnya komposisi sahur yang ideal?
Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, dr. Oqti Rodia, Sp.GK, menjelaskan bahwa prinsip sahur pada dasarnya sama dengan pedoman “Isi Piringku”.
“Kurang lebih sebenarnya sama ya dengan komposisi isi piringku yang sudah jatuh ke main case, yaitu dari satu piring itu kita bagi menjadi tiga bagian besar,"ungkapnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Senin (23/2/2026).
Sepertiga Karbohidrat, Sepertiga Sayur
Dalam satu piring, sepertiganya adalah makanan pokok. Pilihannya bisa nasi, jagung, kentang, ubi, atau singkong.
Kemudian seperenam bagian diisi lauk, baik lauk nabati maupun hewani. Sementara sepertiga lainnya, jumlahnya sama dengan makanan pokok, adalah sayuran.
Sayur tidak boleh dilewatkan. Banyak orang fokus pada nasi dan lauk, tetapi lupa bahwa sayuran berperan penting untuk serat dan kesehatan jantung.
Satu bagian terakhir, yakni seperenam piring, diisi buah-buahan.
Dengan komposisi ini, tubuh mendapat karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk menjaga massa otot, serta serat dari sayur dan buah untuk mendukung metabolisme dan kesehatan jantung.
Intinya, sahur bukan sekadar kenyang, tapi seimbang.
Berbuka Tetap Bertahap
Untuk berbuka, dr. Oqti menyarankan memulai dari yang cair terlebih dahulu, seperti air putih atau air kelapa. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan buah atau kurma.
Baru kemudian masuk ke makanan utama dengan komposisi yang tetap seimbang seperti saat sahur.