Ramadan 2026
Apakah Ada Keringanan Berpuasa bagi Pekerja Berat hingga Sopir Jarak Jauh? Ini Penjelasan Ustaz
Apakah ada batasan tertentu bagi mereka pekerja berat hingga sopir untuk mendapatkan keringanan atau rukhsah tidak berpuasa? Simak penjelasan Ustadz.
"Jika memungkinkan, mengacu pada pendapat pertama adalah ideal. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, seseorang dapat mengikuti pendapat kedua, dengan syarat mengganti puasa di hari lain," ungkap Ustadz Rikza.
Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam karyanya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu mengutip pendapat Abu Bakar al-Ajiry mengenai status hukum puasa bagi pekerja berat sebagai berikut:
قَالَ أَبُو بَكْرٍ الآجِرِي: مَنْ صَنَعَتْهُ شَـاقَـةٌ : فَـإِنْ خَافَ بِالصَّوْمِ تَلَفاً ، أَفطَرَ وَقَضَى إِنْ ضَرَّهُ تَرْكُ الصَنْعَةِ ، فَإِنْ لَمْ يَضُرُّهُ تَرْكُهَـا ، أَثِمَ بِالفِطْرِ ، وَإِنْ لَمْ يَنْتَفِ التَّضَرُّرُ بِتَرْكِهَا ، فَلاَإِثْمَ عَلَيْهِ بِـالفِطْرِ لِلْعُـذْرِ . وَقَرَّرَ جُمْهُورُ الفُقَهَاءِ أَنَّهُ يَجِبُ عَلَى صَاحِبِ العَمَلِ الشَّاقِّ كَالحَصَّادِ والخَبَّازِ وَالحَدَّادِ وعُمَّالِ المنَاجِمِ أَنْ يَتَسَحَّرَ وَيَنْوِيَ الصَّوْمَ ، فَإِنْ حَصَلَ لَهُ عَطَشٌ شَدِيْدٌ أَوْ جُوْعٌ شَدِيْدٌ يَخَافُ مِنْـهُ الضَّرَرُ ، جَازَ لَهُ الفِطْرُ ، وَعَلَيْهِ القَضَـاءُ ، فَـإِنْ تَحَقَّقَ الضَّرَرُ وَجَبَ الفِطْرُ
Artinya: "Abu Bakar al-Ajiri berpendapat seorang pekerja berat bila dia amat khawatir akan keselamatan nyawanya, boleh berbuka, akan tetapi tetap menggantinya dengan catatan pekerjaan tersebut memang benar-benar tidak bisa ditinggalkan (bila ditinggalkan akan berakibat fatal, mudharat)."
Bagaimana dengan Pekerja Safar (musafir)?
Lantas, bagaimana dengan pekerja yang sedang safar (musafir), misalnya sopir jarak jauh?
Adapun syarat seorang musafir dapat membatalkan puasanya menurut buku Fikih Muyassar, adalah bepergian dengan jarak 48 mil atau sekitar 80 kilometer.
Baca juga: Daftar Orang yang Tidak Wajib Puasa Ramadan dan Wajib Bayar Fidyah, Simak Penjelasannya
Keringanan bagi musafir tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Menurut Ustadz Rikza, ada dua pilihan yakni tetap berpuasa atau diperbolehkan berbuka dan menggantinya di hari lain.
Hal ini sesuai hadis riwayat Aisyah radhiallahu anha, saat Nabi SAW bersabda: "Siapa yang kuat, silakan berpuasa. Bagi yang tidak kuat, boleh berbuka dengan kewajiban mengqada di lain waktu."
Intinya bulan Ramadan adalah waktu bagi setiap Muslim untuk menjalankan puasa sebaik-baiknya.
"Jika memungkinkan, atur pekerjaan agar tidak terlalu melelahkan. Namun, jika pekerjaan berat adalah satu-satunya cara keluarga bisa makan, boleh meninggalkan puasa sementara dengan syarat mengqada di hari lain," ujar Ustadz Rikza.
Selain itu, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk saling membantu sesama Muslim yang kesulitan menjalankan puasa, agar ibadah Ramadan dapat terlaksana dengan baik.
"Kita juga harus peduli terhadap orang lain yang kesulitan berpuasa karena kemiskinan, agar kita tidak lalai dan berdosa. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa melindungi kita dan memudahkan ibadah puasa kita," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Latifah)