Selasa, 14 April 2026

Ramadan 2026

Ramadan 1447 H: Cara Menghindari Distraksi Media Sosial Agar Ibadah Lebih Khusyuk

Kehadiran media sosial sering kali mengganggu fokus ibadah, terutama di bulan Ramadhan, membagi waktu penggunaan dapat menjadi solusi praktis.

"Disebutkan pula bahwa rata-rata waktu penggunaan layar (screen time) masyarakat berada di kisaran 3 hingga 5 jam per hari. Jika angka tersebut tidak dikelola dengan bijak, Ramadan yang seharusnya menjadi bulan peningkatan kualitas ibadah justru berlalu tanpa perubahan berarti," terangnya.

Media Sosial sebagai Ladang Amal Jariah

Alih-alih menjauhi media sosial sepenuhnya, pendekatan yang lebih realistis adalah mengelolanya. 

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadikan media sosial sebagai ladang amal jariah. 

"Caranya sederhana, yakni mulai mengikuti akun-akun yang berisi dakwah, zikir, tilawah Al-Qur’an, atau kajian keislaman."

"Sistem algoritma media sosial bekerja berdasarkan kebiasaan pengguna. Jika yang sering dilihat adalah konten kebaikan, maka sistem akan menyajikan lebih banyak konten serupa. Dengan begitu, linimasa kita pun menjadi lebih sehat secara spiritual," paparnya.

Selain itu, berbagi konten kebaikan juga dapat menjadi investasi pahala. 

Satu konten yang dibagikan mungkin saja dibaca, disimpan, atau diteruskan oleh orang lain. 

Setiap manfaat yang mereka peroleh berpotensi menjadi amal jariah bagi yang membagikannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya.

Membagi Waktu dengan Bijak

Solusi praktis lainnya adalah membagi waktu penggunaan media sosial. 

Dari total 3–5 jam screen time harian, cobalah mengambil setidaknya 1,5 jam untuk dialihkan ke aktivitas ibadah. Misalnya:

  • 30 menit untuk membaca Al-Qur’an,
  • 30 menit untuk zikir dan selawat,
  • 30 menit untuk membaca buku atau mengikuti kajian ilmu.

Langkah ini tidak mengharuskan seseorang meninggalkan media sosial sepenuhnya, tetapi membantu menciptakan keseimbangan yang lebih sehat selama Ramadan.

Tantangan 24 Jam Tanpa Media Sosial

Sebagai bentuk latihan pengendalian diri, diajukan pula sebuah tantangan sederhana: mencoba 24 jam tanpa media sosial. 

Tantangan ini bisa dilakukan pada hari libur atau saat tidak memiliki kepentingan mendesak di dunia digital. 

Tujuannya bukan sekadar “puasa gawai”, tetapi melatih hati agar tidak bergantung pada notifikasi dan validasi digital.

"Jika berhasil, pengalaman tersebut dapat menjadi refleksi pribadi: apakah selama ini media sosial benar-benar kebutuhan, atau sekadar kebiasaan?," ungkap Al Junaid.

Menata Hati di Bulan Suci

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved