Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Keutamaan & Pahalanya
Fadhilah Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan pahal seperti Ibrahim AS.
Lalu para bidadari memperhatikan apa terjadi pada dedaunan itu, lalu mereka berkata: “Wahai Tuhan, jadikanlah bagi kami dari hamba-hamba-Mu pada bulan ini pasangan-pasangan kami, yang kami sangat menyukai mereka, dan mereka pun menyukai kami
“Lalu Rasulullah bersabda: “Maka tidak ada yang didapat oleh seorang hamba yang berpuasa, kecuali dipasangkan oleh Allah dengan pasangan isteri yang berasal dari bidadari itu di dalam sebuah kemah (rumah) yang terbuat dari mutiara yang indah dari apa yang telah Allah berikan, yaitu (bidadari-bidarai yang jelita, putih bersih, yang dipingit di dalam kemah-kemah, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di sdalam QS. Al-Rahman [55]: 72)," terang Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Kamis (26/2/2026).
"Dan setiap perempuan dari biadadari itu memiliki 70 pakaian, yang warna pakaian itu tidak akan pernah sama dengan warna dari pakaian mana pun yang ada. Perempuan itu juga memiliki 70 macam wangi-wangian, yang harumnya tidak akan pernah dengan harumnya wangian manapun."
"Setiap perempuan dari bidadari itu memiliki 70 tempat tidur yang terbuat dari mutiara yang berwarna merah yang dihiasai dengan permata-permata yang indah, dan di atas setiap tempat tidur itu terdapat 70 permadani, yang sebelah dalamnya terbuat dari sutra yang sangat bagus, dan di atas 70 permadani itu terdapat 70 sofa." sambungnya.
Bacaan Doa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H
Yaa Allah! Berilah aku Rezki Berupa Kasih Sayang,
Terhadap Anak-Anak Yatim Dan Pemberian Makan, Serta Penyebaran Salam, Dan Pergaulan Dengan Orang-Orang Mulia, Dengan Kemuliaan-Mu,
Wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap.
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tadarus-Al-Quran-di-Bulan-Ramadan_20260222_151915.jpg)