Ramadan 2026
Amalan Utama pada 10 Hari Kedua Bulan Ramadan, Memasuki Fase Penuh Ampunan
10 hari kedua Ramadan adalah fase maghfirah, waktu utama untuk memohon ampunan Allah SWT dan memperbaiki diri sebelum memasuki 10 malam terakhir.
Tanpa ampunan di fase kedua, akan sulit bagi kita untuk meraih kemuliaan di fase penutup.
Adapun beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk diperkuat di fase pertengahan Ramadan ini yakni:
Amalan Utama di 10 Hari Kedua Bulan Ramadan
1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Amalan utama di fase maghfirah adalah beristighfar. Memohon ampunan tidak hanya dilakukan setelah salat, tetapi di setiap waktu senggang.
Taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha) disertai janji untuk tidak mengulangi kemaksiatan akan mengantarkan kita pada kesucian hati.
2. Menjaga Salat Berjamaah dan Salat Sunnah
Jangan biarkan saf di masjid mulai maju atau berkurang. Menjaga salat fardu berjamaah dan menambahnya dengan salat sunnah Rawatib, Duha, serta Tahajud akan mempererat hubungan kita dengan Sang Pencipta. Selain itu, menjalankan salat malam (Qiyamul Lail) memiliki kedudukan istimewa dalam menghapus dosa.
3. Memperbanyak Sedekah
Ramadan adalah bulan kedermawanan. Sedekah tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga berfungsi sebagai penghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Di sepuluh hari kedua, konsistensi dalam berbagi menjadi pembuktian iman.
4. Tadarus Al-Qur'an
Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadan. Membaca, mentadabburi (merenungi makna), dan mengamalkan isi Al-Qur'an adalah cahaya bagi hati.
Pada fase pertengahan ini, cobalah untuk meningkatkan kualitas bacaan atau menambah target hafalan agar interaksi dengan kalamullah semakin intens.
5. Berdoa dengan Doa Maghfirah
Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan pada 10 hari kedua Ramadan adalah:
Allahummaghfirli dzunubi ya robbal 'alamin.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, wahai Tuhan semesta alam".
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Salat-Tarawih-pertama-Ramadan-1447-H2026-M-di-Masjid-Istiqlal-Jakarta.jpg)