Senin, 13 April 2026

Ramadan 2026

Ramadan Hari ke-8, Menag Ingatkan Ibadah Tanpa Dampak Sosial Bisa Jadi Bumerang

Dalam suasana puasa yang sarat dengan peningkatan ibadah, ia mengingatkan adanya bahaya tersembunyi yang kerap luput dari perhatian, yakni kesombongan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
Tangkap layar YouTube KompasTV
SIDANG ISBAT – Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026), sebelum memimpin sidang isbat awal Ramadan 1447 H/2026 M. Ia menjelaskan alasan pemindahan lokasi sidang isbat dari kantor Kemenag karena proyek pembangunan di Jalan MH Thamrin. 

Artinya, tanda keberhasilan ibadah tidak terletak pada penampilan luar, tetapi pada kepedulian sosial, empati, serta kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.

Membersihkan Ego

Di era komunikasi modern, godaan untuk menikmati pujian dan pengakuan semakin besar. Tidak sedikit orang yang kehilangan semangat ketika tidak mendapat apresiasi atau sanjungan. Bahkan ibadah bisa bergeser menjadi ruang aktualisasi diri demi pengakuan sosial.

Baca juga: Ramadan saat Musibah, Menag Ingatkan Hikmah Ujian sebagai Kenaikan Kelas

Refleksi Ramadan hari kedelapan ini menjadi pengingat bahwa kesombongan spiritual tidak kalah berbahaya dibanding kesombongan duniawi. Ibadah yang sejati bukanlah yang membuat seseorang merasa paling suci, tetapi yang menjadikannya semakin rendah hati dan semakin peduli terhadap sesama.

Ramadan, pada akhirnya, bukan hanya tentang memperbanyak amal, melainkan juga tentang membersihkan ego dan menumbuhkan kepedulian sosial sebagai wujud nyata penghambaan kepada Tuhan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved