Selasa, 21 April 2026

Ramadan 2026

Jadwal Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 27 Februari 2026, Lengkap 5 Doa Berbuka

Buka puasa Kota Malang Jumat 27 Februari 2026 pukul 17.53 WIB. Simak jadwal lengkap dan 5 doa berbuka.

Surya/Purwanto
TAKJIL - Warga membeli takjil di Pasar Takjil Jalan Surabaya, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026). Pasar Takjil Jalan Surabaya ramai dikunjungi masyarakat saat bulan Ramadhan untuk mencari beraneka ragam hidangan berbuka puasa seperti gorengan, minuman dingin, hingga makanan lauk pauk. SURYA/PURWANTO 
Ringkasan Berita:
  1. Buka puasa Kota Malang Jumat 27 Februari 2026 pukul 17.53 WIB.
  2. Jumat ini merupakan puasa hari ke-9 Ramadhan 1447 H.
  3. Tersedia lima opsi doa buka puasa yang dapat diamalkan saat berbuka.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Dengan demikian, Jumat 27 Februari 2026 merupakan puasa hari ke-9 Ramadhan 1447 H.

Bagi umat Islam di Kota Malang dan sekitarnya, waktu berbuka puasa hari ini jatuh pada pukul 17.53 WIB.

Berikut jadwal salat lengkap Jumat, 27 Februari 2026:

  • Imsak: 04.08 WIB
  • Subuh: 04.18 WIB
  • Terbit: 05.31 WIB
  • Dhuha: 05.58 WIB
  • Zuhur: 11.46 WIB
  • Asar: 14.47 WIB
  • Maghrib: 17.53 WIB
  • Isya: 19.03 WIB

Baca juga: Suka Makan Gorengan Saat Buka Puasa? Tetap Sehat dengan 5 Langkah Ini!

Jadwal imsakiyah resmi dapat diakses melalui laman Kementerian Agama RI atau Bimas Islam sesuai wilayah masing-masing.

Selain mengetahui waktu berbuka, umat Islam dianjurkan membaca doa ketika membatalkan puasa. Berikut lima opsi doa buka puasa yang umum diamalkan:

1. Pertama, doa yang berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)

Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)

2. Kedua, masih riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)

Di masyarakat kita, doa ini ada tambahannya, dan ini tidak masalah. Sebab sekali lagi, doa tidak terbatas pada riwayat. Kita dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. Tambahan tersebut yakni:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

3. Ketiga, riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ

(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)

Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)

4. Keempat, masih riwayat dari Ibnu Sunni, tapi dari Sahabat Ibnu Abbas:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

(Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim)

Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)

5. Kelima, doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
(Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)

(Tribunnews.com/Widya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved