Senin, 20 April 2026

Ramadan 2026

4 Jalan Menuju Ketakwaan, Rasa Takut kepada Allah hingga Persiapan Diri untuk Hari Akhir

Simak empat jalan menuju ketakwaan menurut pandangan Ali bin Abi Thalib, merasa diawasi Allah SWT hingga mempersiapkan diri menghadapi hari akhir.

Penulis: Nurkhasanah
Editor: Febri Prasetyo

Ringkasan Berita:
  • Bulan suci Ramadan merupakan madrasah rohani untuk membentuk ketakwaan.
  • Menurut Rahmat Alamsyah, Ketua Prodi KPI Universitas Muhammadiyah Bandung, ketakwaan tidak diraih secara instan.
  • Rahmat Alamsyah mengutip pandangan Ali bin Abi Thalib bahwa ada empat jalan menuju ketakwaan, yakni merasa diawasi Allah (al-khauf), beramal sesuai Al-Qur’an dan sunnah, bersikap qana’ah, serta mempersiapkan diri menghadapi hari akhir.

TRIBUNNEWS.COM - Bulan suci Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan untuk menahan lapar dan dahaga. 

Lebih dari itu, Ramadan adalah madrasah rohani yang menargetkan satu capaian utama yaitu ketakwaan. 

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 183 berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Menurut Dr. Rahmat Alamsyah M.Ag., Ketua Program Studi KPI Universitas Muhammadiyah Bandung, untuk menjadi pribadi bertakwa tidak dapat diraih dengan cara instan. 

Ketakwaan harus dipersiapkan, dilatih, dan ditempa, terutama melalui ibadah saum (puasa) yang dijalankan dengan penuh keimanan dan kesungguhan.

4 Jalan Menuju Ketakwaan

Rahmat mengutip pandangan Ali bin Abi Thalib yang menyebutkan bahwa ada empat jalan menuju ketakwaan. 

Berikut ini empat tahapan tersebut:

1. Al-Khauf ‘Alal Jalil: Merasa Diawasi dan Takut kepada Allah

Langkah pertama menuju takwa adalah adanya rasa takut kepada Allah (khauf). 

Takut akan azab-Nya, takut akan siksa-Nya, dan sadar bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan.

Puasa melatih dimensi ini secara mendalam. 

Ketika seseorang berpuasa, tidak ada manusia lain yang benar-benar tahu apakah ia jujur menjalankannya atau tidak. 

Namun, ia tetap menahan diri karena yakin Allah Maha Melihat.

Tanpa rasa diawasi oleh Allah, manusia mudah terjerumus pada maksiat dan kezaliman. 

Baca juga: 7 Manfaat Dzikir Pagi dan Petang di Bulan Ramadan: Pahala Berlipat, Hati Tenang, dan Terlindungi

2. Al-‘Amal bit-Tanzil: Mengamalkan Ajaran Al-Qur’an dan Sunnah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved