Kamis, 7 Mei 2026

Ramadan 2026

Panduan Itikaf di Bulan Ramadan: Pengertian, Niat, dan Tata Caranya

Itikaf adalah ibadah sunnah dengan berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IKTIKAF DI MASJID - Umat muslim membaca kitab suci Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/4/2023). Sejak 10 hari terakhir bulan Ramadan, banyak umat muslim melaksanakan iktikaf atau berdiam diri di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara memperbanyak membaca Alquran, zikir, mengingat kekurangan diri, salat sunah, dan berdoa. 
Ringkasan Berita:
  • Itikaf adalah ibadah sunnah dengan berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
  • Ibadah ini bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
  • Itikaf diawali dengan niat, dilakukan di masjid, serta diisi dengan berbagai amalan seperti salat, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa.

TRIBUNNEWS.COM - Itikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.

Itikaf memiliki keutamaan besar karena menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lantas, apa yang dimaksud dengan itikaf dan bagaimana niat serta tata cara melaksanakannya?

Pengertian Itikaf

Secara bahasa, itikaf berasal dari kata ‘akafa yang berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat.

Dalam istilah syariat Islam, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.

Ibadah ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan memfokuskan hati hanya kepada-Nya.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga amalan itikaf.

Dalam sebuah hadits disebutkan: "Rasulullah SAW selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa itikaf merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena pada waktu tersebut terdapat malam Lailatul Qadar.

Melansir laman Baznas, pada dasarnya, itikaf dapat dilakukan kapan saja selama seseorang berada di masjid dengan niat ibadah. Namun waktu yang paling utama adalah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Baca juga: Iktikaf Tidak Harus Full 10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Kata Muhammadiyah

Sebagian ulama menjelaskan bahwa itikaf biasanya dimulai sebelum matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadan hingga akhir Ramadan.

Sementara sebagian ulama lain berpendapat itikaf dapat dimulai setelah melaksanakan salat Subuh pada tanggal 21 Ramadan.

Perbedaan pendapat tersebut tidak menjadi masalah, selama itikaf dilakukan dengan niat yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Niat Itikaf

Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan itikaf.

Seperti ibadah lainnya dalam Islam, itikaf harus dilakukan dengan niat karena Allah SWT.

Niat sebenarnya cukup di dalam hati, namun sebagian ulama juga mengajarkan lafaz niat sebagai berikut:

"Nawaitul i'tikafa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku berniat itikaf di masjid ini sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta'ala."

Baca juga: Hukum Iktikaf bagi Wanita, Boleh di Rumah atau Harus ke Masjid?

Tata Cara Itikaf yang Benar

Agar ibadah ini dapat dijalankan dengan baik, ada beberapa tata cara itikaf yang perlu diperhatikan:

1. Dilaksanakan di masjid

Para ulama sepakat bahwa itikaf harus dilakukan di masjid, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu mencampuri mereka (istri-istri) sedang kamu beri'tikaf di dalam masjid." (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa tempat pelaksanaan itikaf adalah di masjid. Sebagian ulama juga menganjurkan itikaf dilakukan di masjid yang digunakan untuk salat berjamaah.

2. Memperbanyak Ibadah

Tata cara itikaf berikutnya adalah memperbanyak ibadah selama berada di masjid. Tujuan utama itikaf adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Beberapa amalan yang dapat dilakukan selama itikaf antara lain:

  • Membaca Al-Qur'an
  • Melakukan shalat sunnah
  • Berdzikir dan berdoa
  • Mendengarkan kajian keislaman
  • Muhasabah atau introspeksi diri

3. Menjaga Lisan dan Perilaku

Orang yang sedang itikaf dianjurkan menjaga sikap serta menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat, seperti bercanda berlebihan, bergosip, atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Itikaf seharusnya menjadi momen untuk menenangkan hati dan memperbanyak mengingat Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga adab selama berada di masjid menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah ini.

4. Fokus pada Ibadah

Selama menjalankan itikaf, seorang muslim dianjurkan memusatkan perhatian pada ibadah dan mengurangi aktivitas duniawi. Misalnya dengan membatasi penggunaan ponsel untuk hal-hal yang tidak penting serta menghindari percakapan yang tidak diperlukan.

Dengan fokus pada ibadah, itikaf akan memberikan ketenangan batin dan meningkatkan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

5. Keluar dari Masjid Hanya untuk Keperluan Penting

Seseorang yang sedang itikaf tidak dianjurkan keluar dari masjid kecuali untuk keperluan mendesak, seperti ke kamar mandi, makan, atau kebutuhan penting lainnya.

Apabila harus keluar karena kebutuhan tersebut, itikaf tetap dianggap sah selama dilakukan dalam batas yang wajar.

Melalui ibadah itikaf, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved