Ramadan 2026
Keutamaan dan Tata Cara Salat Witir di Bulan Ramadan
Hukum melaksanakan salat witir ialah sunah muakkadah yaitu sunah yang sangat dianjurkan, simak keutamaan dan tata cara pelaksanaannya.
Ia menjelaskan bahwa witir sebaiknya dilakukan setelah qiyamullail atau salat malam lainnya, sebagai penyempurna rangkaian ibadah kita.
Mengenai hukum pelaksanaan, salat witir tergolong sunah muakkadah yaitu sunah yang sangat dianjurkan.
Tata Cara Pelaksanaan Salat Witir
Dalam mazhab Syafi’i, terdapat beberapa cara melaksanakan witir.
Salat witir bisa dilakukan dengan tiga rakaat (dua rakaat dulu lalu salam, satu rakaat tambahan), atau sekaligus tiga, lima, tujuh, sembilan, hingga sebelas rakaat tanpa salam di tengah, hanya satu salam di akhir.
KH Saepul menekankan, salat witir tidak boleh dilaksanakan dua kali dalam satu malam.
Jika dilakukan dua kali, jumlah rakaatnya menjadi genap dan tidak lagi disebut sebagai salat witir.
Hal ini sesuai hadis:
لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ
La witroni fi lailatin
Artinya: "Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam."
Baca juga: 2 Amalan Utama untuk Menggapai Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan
Makna Salat Witir
Selain sebagai penyempurna salat malam, salat witir memiliki makna yang dalam.
Pertama, mengesakan Allah SWT.
Dalam salat ini, kita menegaskan bahwa Allah Maha Esa, tidak beranak, dan tidak diperanakkan.
Kedua, witir adalah sunah Rasulullah SAW, sehingga dengan melaksanakannya, umat Islam meneladani perintah Nabi.
Ketiga, salat witir berfungsi sebagai salat penutup dari seluruh ibadah malam kita.
Salat ini menjadi momen doa penutup yang istimewa.
KH Saepul juga menekankan pentingnya niat yang ikhlas dalam beribadah.
Seluruh amalan, termasuk salat witir, hanya akan bermakna jika dilakukan lillahi ta’ala, karena amal yang dilakukan selain karena Allah tidak akan menjadi bekal di akhirat.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Salat-Tarawih-Perdana-di-Masjid-Istiqlal_20260218_221749.jpg)