Ramadan 2026
Iktikaf di Bulan Ramadan, Apakah Harus 24 Jam di Masjid? Ini Penjelasannya
Salah satu ibadah yang juga dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Ramadan adalah iktikaf.
Pelaksanaan tersebut menjadi gambaran iktikaf yang paling ideal, yaitu dilakukan secara penuh selama sepuluh hari terakhir Ramadan.
Hal ini karena hari-hari terakhir Ramadan dianggap sebagai waktu yang paling istimewa dan penuh keberkahan.
Bolehkah Iktikaf Tidak Sepenuhnya 24 Jam?
Meski demikian, umat Islam tidak harus selalu meniru bentuk iktikaf yang dilakukan Rasulullah secara persis.
Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk tinggal di masjid selama sepuluh hari penuh.
Menurut penjelasan Ustaz Wahid Ahmadi, seseorang tetap bisa mendapatkan pahala iktikaf meskipun tidak melakukannya selama 24 jam penuh.
Misalnya dengan meluangkan waktu satu hari, beberapa jam, atau bahkan sebentar saja di masjid dengan niat iktikaf.
Selama seseorang berada di masjid dengan niat untuk beriktikaf, maka ia tetap memperoleh pahala dari ibadah tersebut.
Namun tentu saja, besarnya pahala yang diperoleh akan menyesuaikan dengan lamanya waktu yang dihabiskan untuk beriktikaf.
Kegiatan yang Dianjurkan Saat Iktikaf
Pada dasarnya tidak ada aturan khusus mengenai aktivitas yang harus dilakukan selama iktikaf.
Prinsip utamanya adalah berdiam di masjid dengan niat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Agar ibadah lebih maksimal, seseorang dianjurkan melakukan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, seperti:
- Membaca dan mempelajari Al-Qur’an
- Berzikir dan berdoa
- Melaksanakan salat sunnah
- Membaca buku-buku keislaman
- Mengikuti kajian atau diskusi keagamaan
Namun jika di sela-sela iktikaf seseorang berbincang santai dengan jamaah lain, berdiskusi, atau sekadar mengobrol, hal tersebut tidak membatalkan iktikaf selama tetap berada dalam suasana yang baik dan tidak melalaikan ibadah.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Iktikaf di Masjid