Jumat, 1 Mei 2026

Mutiara Ramadan

Momentum Hijrah di Bulan Ramadhan, Waktu Terbaik Memperbaiki Diri

Muslim dapat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai waktu untuk memperbaiki diri dan mencapai ketakwaan kepada Allah SWT.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salma Fenty

Ringkasan Berita:
  • Puasa di bulan Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk mencapai ketakwaan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183.
  • Puasa mengajarkan kesadaran bahwa Allah selalu dekat dan mengawasi setiap perbuatan manusia.
  • Mengutip Ali bin Abi Thalib, takwa diwujudkan dengan takut kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.

Di bulan inilah umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Namun, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.

Dalam ceramahnya, Dr KH Ahmad Buchory, M.A, M.E.Sy menjelaskan bahwa puasa memiliki tujuan yang sangat mulia sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. 

Beliau mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."

Menurut beliau, ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum. Puasa adalah proses pembinaan agar kita menjadi hamba Allah yang bertakwa,” jelasnya dalam tayangan YouTube Tribunnews.com, program Mutiara Ramadan.

Kedekatan Hamba dengan Allah

Dalam rangkaian ayat tentang puasa di Surah Al-Baqarah, terdapat ayat yang sering dianggap tidak berkaitan langsung dengan puasa, yaitu ayat 186. Padahal, menurut beliau, ayat ini justru menjadi inti dari ibadah puasa.

Beliau menjelaskan, “Ketika kita berpuasa, kita menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Walaupun tidak ada orang yang melihat, kita tetap melaksanakannya karena kita merasa diawasi oleh Allah.”

Baca juga: Doa Ramadan Hari Ke-18, Memohon Hidayah dan Berkah di Waktu Sahur

Ayat tersebut berbunyi bahwa ketika hamba bertanya tentang Allah, maka Allah sangat dekat dan mengabulkan doa hamba-Nya.

Kedekatan ini membuat seorang Muslim merasa selalu diawasi oleh Allah dalam setiap perbuatannya.

“Puasa melatih kita untuk merasa dekat dengan Allah. Kita sadar bahwa apa pun yang kita lakukan selalu dalam pengawasan-Nya,” ujar beliau.

Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan. Kebahagiaan pertama adalah ketika berbuka puasa.

Dr. KH Ahmad Buchory menggambarkan, “Ketika berbuka, kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Bukan karena makanannya mewah atau minumannya istimewa, tetapi karena kita baru saja menyelesaikan ibadah yang diperintahkan Allah.”

Seteguk air dan sepotong makanan terasa sangat nikmat setelah seharian menahan diri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved