Rabu, 15 April 2026

Ramadan 2026

Istighfar di Waktu Sahur Ramadan, saat Terbaik Memohon Ampunan kepada Allah

Waktu menjelang sahur juga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar. 

"Doa dan amal yang paling baik untuk kita lakukan ialah doa zikir pada saat menjelang sahur, katanya.

Pada saat-saat tersebut, Allah membuka pintu langit-Nya dan menerima doa serta zikir dari hamba-hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh.

"Ya, pada saat sahur dan menjelang buka puasa Tuhan akan membuka kedua tangan-Nya, membuka langit-Nya, menerima zikir, menerima doa hamba-Nya," jelasnya.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa pada detik-detik menjelang imsak maupun menjelang berbuka puasa, karena kedua waktu tersebut termasuk momen yang sangat dianjurkan untuk bermunajat kepada Allah SWT.

"Manakala dilakukan di tempat itu, banyaklah berdoa detik-detik menjelang buka puasa. Banyaklah berdoa detik-detik menjelang imsak," tambahnya.

Menghidupkan Sahur dengan Istighfar dan Sholat Malam

Waktu sahur juga menjadi kesempatan yang baik untuk memperbanyak istighfar

Selain bangun untuk makan sahur, seorang Muslim dapat mengisi waktu tersebut dengan doa, zikir, dan sholat  malam atau qiyamul lail.

Dalam suasana malam yang sunyi, seorang hamba dapat menumpahkan rasa penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan. 

Istighfar yang dipanjatkan dengan hati yang tulus menjadi bentuk kerendahan diri di hadapan Allah, sekaligus harapan agar dosa-dosa diampuni.

Bahkan, meneteskan air mata tobat pada waktu tersebut memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, karena tangisan yang lahir dari kesadaran akan dosa menunjukkan keikhlasan untuk kembali kepada Allah SWT.

"Karena hanya air mata tobat yang mampu memadamkan api nerakanya para pendosa," jelasnya.

Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa ada beberapa jenis air mata yang memiliki kedudukan istimewa. 

"Ada tiga air mata yang mustahil masuk neraka kata Rasulullah," terangnya.

Di antaranya adalah air mata yang keluar karena kerinduan kepada Allah dan Rasul-Nya, air mata yang menetes karena penyesalan atas dosa-dosa masa lalu, serta air mata yang muncul karena kegelisahan melihat kemaksiatan di sekitar tetapi tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.

Air mata yang lahir dari perasaan tersebut diyakini memiliki nilai yang sangat mulia di sisi Allah dan menjadi tanda keimanan yang tulus.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved