Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-22 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Bacaan Doa & Pahala Keutamaannya
Fadhilah Puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT menyelamatkan kalian dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir, dan menghilangkan dari kalian penderitaan dunia dan akhirat.
Orang yang menunaikan puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H diberikannya ketenangan dan keamanan saat kiamat datang.
Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.
Keutamaan bagi ahli puasa juga dia sampaikan.
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya: setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa benar-benar lebih wangi di sisi Allah daripada aroma kesturi. (HR Muslim)
Dalam riwayat lain dikatakan:
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي
Allah berfirman : Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. (HR. Bukhari)
“Hadis Nabi Muhammad SAW mengungkapkan bahwa setiap amal perbuatan anak Adam akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, kecuali puasa. Puasa adalah amal yang hanya untuk Allah, dan balasannya pun sangat istimewa,” ujarnya dikutip dari UMS, Rabu (11/3/2026).
“Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi,” tambahnya.
Bacaan Doa Hari ke-22 Ramadhan 1447 H
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ
Latin:
Allâhummaftah lî abwâba fadhlika wa anzil 'alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti mardhâtika wa askinnî fîhi buhbûhâti jannâtika yâ mujîba da'watil mudhtharrîn
Artinya: "Ya Allah bukakanlah lebar -lebar pintu karunia-Mu di bulan ini dan curahkan berkah-berkah-Mu Tempatkan aku di tempat yang membuat-Mu ridho padaku. Tempatkan aku di dalam Surga-Mu. Wahai Yang Maha menjawab doa orang yang dalam kesempitan."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tadarus-alquran-ramadan-dirumah-ditengah-pandemi-covid-19_20200425_101312.jpg)