Jumat, 24 April 2026

Ramadan 2026

Ramadhan Jadi Momentum Taubat dan Kembali kepada Allah

Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, tetapi momentum introspeksi diri dan kembali kepada Allah melalui taubat.

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Febri Prasetyo
Surya/Ahmad Zaimul Haq
BERDOA - Jemaah berdoa di depan Ka'bah Masjidil Haram, Mekah, Senin (22/12/2025). Beribadah khususnya memanjatkan doa di Masjidil Haram sangat dianjurkan, terutama di tempat-tempat mustajab seperti Multazam (antara Hajar Aswad & pintu Ka'bah) dan di seluruh area masjid untuk memohon ampunan, keselamatan, serta kebaikan dunia akhirat, dengan banyak doa-doa yang diajarkan dalam Sunnah untuk diucapkan. AHMAD ZAIMUL HAQ 

Ia mengibaratkan Ramadan sebagai “jamuan spiritual” yang disediakan Allah selama sebulan penuh bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.

Karena itu, istilah Ramadan sebagai bulan ampunan (syahrul maghfirah) tidak boleh hanya menjadi ungkapan tanpa makna. Umat Islam perlu benar-benar mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri.

Taubat Sejak Awal Ramadan

Ia juga mengingatkan bahwa semangat taubat tidak seharusnya hanya muncul pada akhir Ramadan. 

Justru sejak awal bulan suci tersebut umat Islam dianjurkan untuk mulai memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah.

Dalam salah satu ungkapan Arab disebutkan, “Kun rabbaniyyan wala takun ramadhaniyyan.” Artinya, jadilah hamba yang selalu berorientasi kepada Tuhan, bukan hanya beribadah secara musiman ketika Ramadan tiba.

Menurutnya, semangat tersebut mendorong umat Islam untuk meneladani sifat para nabi, termasuk Nabi Adam dan Nabi Muhammad, yang senantiasa kembali kepada Allah ketika melakukan kesalahan.

Melalui Ramadan, umat Islam diharapkan tidak hanya memohon agar dosa diampuni, tetapi juga bertekad untuk meninggalkan kesalahan dan menjalani kehidupan yang lebih baik di hadapan Allah.

(Tribunnews.com/Widya)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved