Ramadan 2026
Ramadhan Jadi Momentum Taubat dan Kembali kepada Allah
Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, tetapi momentum introspeksi diri dan kembali kepada Allah melalui taubat.
Ia mengibaratkan Ramadan sebagai “jamuan spiritual” yang disediakan Allah selama sebulan penuh bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.
Karena itu, istilah Ramadan sebagai bulan ampunan (syahrul maghfirah) tidak boleh hanya menjadi ungkapan tanpa makna. Umat Islam perlu benar-benar mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri.
Taubat Sejak Awal Ramadan
Ia juga mengingatkan bahwa semangat taubat tidak seharusnya hanya muncul pada akhir Ramadan.
Justru sejak awal bulan suci tersebut umat Islam dianjurkan untuk mulai memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah.
Dalam salah satu ungkapan Arab disebutkan, “Kun rabbaniyyan wala takun ramadhaniyyan.” Artinya, jadilah hamba yang selalu berorientasi kepada Tuhan, bukan hanya beribadah secara musiman ketika Ramadan tiba.
Menurutnya, semangat tersebut mendorong umat Islam untuk meneladani sifat para nabi, termasuk Nabi Adam dan Nabi Muhammad, yang senantiasa kembali kepada Allah ketika melakukan kesalahan.
Melalui Ramadan, umat Islam diharapkan tidak hanya memohon agar dosa diampuni, tetapi juga bertekad untuk meninggalkan kesalahan dan menjalani kehidupan yang lebih baik di hadapan Allah.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Khusuknya-Ibadah-di-Masjidil-Haram_20251223_205432.jpg)