Selasa, 5 Mei 2026

Ramadan 2026

Menag Minta Umat Islam Perbanyak Baca Shalawat Selama Bulan Ramadan

Melalui shalawat, umat Islam diharapkan tak hanya kenang Rasulullah, tetapi juga meneladani ajaran dan akhlak yang beliau bawa. Menag ajak bershalawat

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
HO/IST/HO/Kemenag
NATAL 2025 - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menghadiri Perayaan Natal di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Rabu (24/12/2025). Menag menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Bagi umat Islam, shalawat bukan sekadar bacaan atau ritual, tetapi juga sarana untuk menghidupkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Tradisi memuji Nabi melalui shalawat telah lama berkembang dalam sejarah umat Islam di Indonesia. Salah satu bentuknya adalah pembacaan Berzanji.
  • Di Indonesia, shalawat tidak hanya menjadi amalan pribadi, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bulan suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk menahan lapar dan dahaga melalui ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak berbagai amalan spiritual. Selain membaca Al-Qur’an, berzikir, dan meningkatkan sedekah, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga dianjurkan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah. Dalam tradisi keislaman, shalawat memiliki kedudukan istimewa karena tidak hanya menjadi ungkapan rindu umat kepada Nabi, tetapi juga merupakan amalan yang diperintahkan langsung dalam Al-Qur’an serta diyakini membawa keberkahan dan syafaat bagi orang yang mengamalkannya.

Baca juga: Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan umat Islam agar memperbanyak shalawat, khususnya selama bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan pengampunan.

Menurutnya, shalawat merupakan ungkapan cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad yang dilantunkan melalui doa dan pujian kepada beliau.

“Shalawat atau selawat ialah ungkapan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengucapkan lafaz-lafaz selawat seperti: Allahumma shalli ‘ala Muhammad,” ujar Nasaruddin Umar dalam refleksi Ramadan ke-24 yang disampaikan dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Dalam ajaran Islam, shalawat memiliki kedudukan yang sangat penting karena perintah untuk bershalawat kepada Nabi telah disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an.

Nasaruddin Umar mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ahzab Ayat 56 yang menyebutkan bahwa Allah dan para malaikat juga bershalawat kepada Nabi.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat kepada Nabi (Muhammad). Wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya,” tulisnya.

Menurut Nasaruddin, penggunaan kata yushalluna dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa shalawat kepada Nabi berlangsung terus-menerus. Hal ini menjadi pengingat bahwa umat Islam juga dianjurkan untuk terus melantunkan shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad, shalawat juga diyakini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa orang yang memperbanyak shalawat akan mendapatkan perhatian dari Rasulullah serta berpeluang memperoleh syafaat beliau pada hari kiamat.

“Siapa yang berselawat kepadaku maka aku tahu dan di hari kiamat aku akan memberinya syafaat, pembelaan,” demikian sabda Nabi Muhammad yang dikutip oleh Nasaruddin Umar.

Karena itu, memperbanyak shalawat dipandang sebagai salah satu cara bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah sekaligus berharap mendapatkan pertolongan beliau di hari akhir.

Baca juga: Perjalanan Kasus Eks Menag Yaqut Cholil, Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji Kini Ditahan

Tradisi Shalawat di Indonesia

Di Indonesia, shalawat tidak hanya menjadi amalan pribadi, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. Lantunan shalawat kerap terdengar dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, majelis dzikir, hingga acara peringatan hari-hari besar Islam.

Menurut Nasaruddin Umar, tradisi memuji Nabi melalui shalawat telah lama berkembang dalam sejarah umat Islam di Indonesia. Salah satu bentuknya adalah pembacaan Berzanji, yang berisi pujian serta kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad.

Tradisi tersebut sering kali diiringi sikap hormat dari para jamaah sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah.

Bagi umat Islam, shalawat bukan sekadar bacaan atau ritual, tetapi juga sarana untuk menghidupkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad sekaligus mengingat perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam.

Melalui shalawat, umat Islam diharapkan tidak hanya mengenang Rasulullah, tetapi juga meneladani ajaran dan akhlak yang beliau bawa.

Nasaruddin Umar pun mengajak umat Islam untuk memperbanyak shalawat, terutama pada bulan Ramadan yang sarat dengan suasana spiritual.

Baca juga: Kabar Gembira, Menag Usul 630 Ribu Formasi PPPK: Prioritas Guru Lolos Passing Grade 2023

“Mari kita mencintai Rasulullah dengan memperbanyak selawat. Tidak ada ruginya orang-orang yang selalu memperbanyak shalawat-nya, terutama bulan Ramadan,” ujarnya.

Dengan memperbanyak shalawat, umat Islam diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam kepada Nabi Muhammad sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan ajaran Islam, serta berharap memperoleh keberkahan dan syafaat Rasulullah di hari akhir.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved