Kamis, 7 Mei 2026

Ramadan 2026

Fadhilah Puasa Hari ke-26 Ramadhan 1447 H/2026 M, Allah SWT Meningkatkan Pahala 40 Tahun

Fadhilah Puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memandang orang yang berpuasa dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa.

Tayang:
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GAN
FADHILAH PUASA RAMADAN - Jemaah membaca Alquran setelah melaksanakan salat ashar di Mesjid Raya Al Jabbar, Jalan Cimincrang, Kota Bandung, Jawa Barat. Fadhilah Puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memandang orang yang berpuasa dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa. 

Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan hari-hari terakhir Ramadhan dengan penuh kesadaran dan semangat ibadah. 

memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, serta menjaga hati tetap bersih, diharapkan setiap Muslim dapat menutup Ramadhan 1447 Hijriah dengan menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan semakin dekat dengan Allah SWT.

Fadhilah Puasa Hari ke-26 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya

Menurut Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Keutamaan Puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memandang orang yang berpuasa dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa kalian kecuali sogokan dan hartanya.

Allah SWT mensucikan rumah kalian setiap hari tujuh puluh ribu kali dari ghibah dan dusta. 

Orang yang menunaikan puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H Allah meningkatkan pahala baginya 40 tahun.

Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.

Puasa juga dapat memberi perlindungan terhadap penyakit fisik dan mental, serta menjadi peredam dari berbagai gangguan atau siksa dari Allah SWT. 

Bahkan, bagi mereka yang dalam kondisi tertentu, seperti orang sakit atau musafir, puasa tetap memberikan manfaatnya dengan memberikan keringanan melalui fidyah atau penggantian puasa di waktu lain.

"Puasa mengajarkan kita untuk tetap produktif, bukan hanya dalam aspek bekerja tetapi juga dalam menjalankan amal ibadah. Ari menekankan bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang mengatur hidup, menjaga kesehatan, dan meningkatkan hubungan sosial dengan sesama," kata Ari dikutip dari laman resmi UMS, Senin (16/3/2026).

“Jangan biarkan puasa menghambat produktivitas kita, tetapi justru maksimalkan setiap detiknya untuk beribadah dan berkontribusi pada kebaikan,” tegasnya.

Bacaan Doa Hari ke-26 Ramadhan 1447 H

اللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِي فِيْهِ مَشْكُورًا وَ ذَنْبِي فِيْهِ مَغْفُورًا وَ عَمَلِي فِيْهِ مَقْبُولاً وَ عَيْنِي فِيْهِ مَسْتُورًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِينَ

Latin:

Allahummaj'al sa'yī fihi masykūran wa dzanbî fihi maghfûran wa 'amali fihi maqbûlan wa 'aybi fihi mastūran yâ asma'as sâmi'îna

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah setiap lampah usahaku di bulan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dosa-dosaku terampuni, amal-amalku diterima dan seluruh aib kejelekanku ditutupi. Wahai Yang Maha mendengar dari semua yang mendengar."

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadhan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved