Idul Fitri 2026
Meneladani Cara Rasulullah SAW Merayakan Idul Fitri yang Penuh Berkah
Meneladani cara Nabi Muhammad SAW merayakan Idul Fitri membantu meraih keberkahan dan menjadikan perayaan lebih bermakna secara spiritual.
Sebelum melaksanakan salat Id, Rasulullah SAW melakukan mandi sunnah Idul Fitri.
Tata caranya sama seperti mandi biasa, namun disertai dengan niat untuk menyucikan diri dalam rangka menyambut hari raya.
Hal ini mencerminkan pentingnya kebersihan lahir sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
Sukron Farda menjelaskan bahwa menurut ulama, waktu mandi Idul Fitri dimulai sejak tengah malam hingga sebelum terbit fajar.
"Imam Bajuri dalam hasyiahnya menerangkan bahwa awal dimulainya mandi Idul Fitri adalah sejak tengah malam, dan yang paling utama dilakukan sebelum fajar," jelasnya.
Niat Mandi Idul Fitri
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li ‘idil fitri lillahi ta’ala
Artinya: "Saya niat mandi Idul Fitri karena Allah Ta’ala."
Baca juga: Bagaimana Tata Cara Bersuci dan Salat Idul Fitri? Ini Penjelasan Ustaz
4. Memakai Pakaian Terbaik
Rasulullah SAW mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki saat Idul Fitri.
Dalam riwayat disebutkan bahwa beliau memiliki jubah khusus yang digunakan pada hari raya dan hari Jumat.
Sahabat seperti Ibnu Umar juga meneladani hal ini dengan memakai pakaian terbaiknya.
Perlu dipahami bahwa “terbaik” tidak berarti harus baru, melainkan yang paling baik dan pantas dari yang kita miliki.
5. Memperbanyak Zikir dan Takbir
Selain takbir, Rasulullah SAW juga memperbanyak zikir di hari Idul Fitri.
Ini menjadi pengingat agar kebahagiaan tidak melalaikan kita dari mengingat Allah.
Momentum hari raya justru menjadi waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.