Jumat, 22 Mei 2026

Pemukulan Siswi di Aceh

Sejak Kecil Saya Mendapat Didikan Keras

Dra Dra Cut Mariani, oknum guru SMA 2 Meulaboh yang diduga melakukan pemukulan terhadap siswinya, Vika Miftahul Jannah mengakui perbuatannya. Ia mengaku melakukannya dengan sadar tanpa rasa kasihan.

Tayang:
Editor: Prawira
TRIBUNNEWS.COM, MEULABOH - Dra Dra Cut Mariani, oknum guru SMA 2 Meulaboh yang diduga melakukan pemukulan terhadap siswinya, Vika Miftahul Jannah mengakui perbuatannya. Ia mengaku melakukannya dengan sadar tanpa rasa kasihan.

“Mau bilang apa lagi, saya juga tak tahu mengapa hal ini bisa saya alami. Mungkin karena sejak kecil saya mendapatkan didikan keras dari orang tua saya,” ujarnya. Namun, dia menyatakan ingin berubah.

Akan dipindahkan
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Drs T Usman Basyah yang dikonfirmasi wartawan media cetak dan elektronik mengatakan, untuk meminimalisir supaya kasus pemukulan siswa tak terulang lagi di SMAN 2 Meulaboh, pihaknya akan segera memindahkan Dra Cut Mariani ke lembaga lain yang tidak berhubungan dengan siswa dan pengajaran. “Ini solusi terbaik, karena yang bersangkutan memang telah sering di-complain orang tua murid, karena tindakan kasarnya terhadap siswa,” ujar T Usman Basyah.

Sejumlah alumnus SMAN 2 Meulaboh yang ditanyai Serambi Indonesia mengaku oknum guru yang mengasuh mata pelajaran Ekonomi Akuntansi dan Olahraga itu memang doyan memukul siswa dan siswi yang berbuat salah. “Kami nilai, aksi kekerasan yang dilakukannya merupakan penyakit lama dan sulit dihilangkan. Bukan hanya kami, abang dan kakak kelas kami juga pernah mendapat perlakuan kasar dari ibu guru tersebut,” ungkap Dedek, alumni tahun 2004.

Di sisi lain, jumlah korban yang selama ini pernah dikasari oknum guru SMAN 2 Meulaboh itu kini tambah banyak. Tak hanya siswa yang kini diajarnya yang pernah merasakan tindak kekerasan, tetapi juga beberapa alumni SMA itu. Ada yang mengaku pernah mendapat perlakuan kasar dari oknum guru yang emosinya kerap meledak-ledak itu.

Seperti diberitkan sebelumnya Vika Miftahul Jannah (15), siswi kelas X’4 SMA Negeri 2 Meulaboh, Aceh Barat, dipukul oleh guru olahraganya dengan menggunakan pemukul bola kasti. Vika dipukuli karena alasan salah saat berbaris.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved