Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel
Doa Ibu Dikabulkan, Jurnalis yang Ditangkap Israel Dibebaskan, Ibu Thoudy Tunggu Putranya Pulang
Jurnalis Indonesia Thoudy Badai yang ditahan tentara Israel di perairan internasional dikabarkan belum bisa pulang karena kondisi relawan.
Ringkasan Berita:
- Tentara Israel mencegat rombongan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, Senin (18/5/2026).
- Jurnalis Republika, Thoudy Badai asal Bandung, ikut ditahan saat misi kemanusiaan menuju Gaza.
- Ibu Thoudy, Hani Hanifa, mengaku syok usai mendapat kabar penangkapan putranya.
- Sejumlah relawan telah dibebaskan dan dipindahkan ke Turki untuk pemeriksaan kondisi fisik.
- Kepulangan Thoudy ke Indonesia ditunda karena kondisi kesehatan relawan masih memprihatinkan.
TRIBUNNEWS.COM - Penangkapan aktivis dan jurnalis oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, Senin (18/5/2026) picu sorotan luas.
Jurnalis media Republika, Thoudy Badai (Odi) ikut diculik oleh tentara Israel.
Rombongan misi kemanusiaan tersebut dikepung dan dicegat oleh kapal perang angkatan laut Israel sekitar 250 mil laut atau sekitar 463 kilometer dari pantai Gaza.
Hani Hanifa, ibu Odi sempat berdoa supaya anaknya bisa lekas pulang.
"Odi sayang, just come home very soon, safely (segera pulang dengan aman),"
"We are proud of you and we love you so much (kami bangga dan kami sangat mencintaimu)," ujar Hani beberapa waktu lalu saat diwawancara dalam Tribunnews.com dalam program Saksi Kata.
Seperti diijabah, kini sejumlah orang yang ditawan oleh Israel sudah dibebaskan dan berada di Turki.
Rencananya, Odi yang berasal dari Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini dijadwalkan pulang ke Indonesia dari Turki hari ini, Jumat (22/5/2026).
Namun, karena kondisi fisik sejumlah relawan sedang tidak dalam kondisi sehat, maka kepulangannya ditunda.
"Sebenarnya rencana awalnya hari ini sudah pulang dari Turki. Dari pihak Sumud Flotilla juga sudah merencanakan begitu,"
"Cuma ketika proses penyambutan dari Israel ke Turki, mereka ngobrol-ngobrol dan ternyata banyak kondisi fisik relawan yang memprihatinkan," ujar Hani, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Jurnalis WNI Diculik di Israel, Ibu Thoudy: 2 Jam usai WA, Dapat Kabar Anaknya Dicegat IDF
Pemeriksaan fisik tersebut, lanjut Hani, berkaitan dengan proses hukum dan dokumentasi kondisi para relawan.
"Mungkin juga ada pertimbangan hukum atau hal lain, kita tidak tahu,"
"Katanya diperlukan pemeriksaan fisik untuk mereka sebagai bukti atau apa, jadi mungkin itu salah satu alasan penundaan," katanya.
Meski begitu, Hani juga belum mengetahui kapan Odi akan pulang.