May Day
Buruh Ancam Kepung Kantor Walikota
Ribuan buruh di Pekanbaru mengancam akan melakukan
Realisasinya adalah dengan mendesak perusahaan yang beroperasi di kota tersebut agar memprioritaskan masyarakat tempatan dalam merekrut tenaga kerja. Ketua SPRM Kota Pekanbaru, Hendra, mengatakan, rencana aksi tersebut juga merupakan ungkapan belasungkawa ribuan buruh atas kebijakan pemerintah yang tidak memperdulikan setempat.
"Dalam aksi ini tidak akan ada anarkis. Kami hanya mengungkapkan kekesalan kami lewat orasi dan spanduk tuntutan. Pada hari itu, kami mengharapkan agar Walikota Pekanbaru dapat turun langsung mengomentari tuntutan kami," tuturnya.
Hendra menjelaskan, kondisi memprihatinkan masih melanda sejumlah wilayah di Pekanbaru, khususnya daerah pinggir kota. Sebagai contoh, beberapa perusahaan di wilayah perairan sungai Duku saat ini masih menggunakan jasa bongkar muat buruh luar wilayah Riau.
Hal demikian menurut Hendra dapat memicu konflik sesama buruh yang rata-rata merupakan masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah. Terpisah, Sekretaris SPRM Roy, memandang kondisi perekonomian Kota Pekanbaru saat ini sudah jauh lebih baik. Untuk itu, dia mengharapkan agar pemerintah menyeimbangkan kondisi tersebut melalui kemudahan-kemudahan masyarakat tempatan dalam hal mencari kerja.