Jumat, 24 April 2026

Minyak PT Pertamina Tumpah karena Pipa Penyalur Keropos

Pipa minyak milik PT Pertamina UBEP Tanjung, di Dusun Maliyau mengalami kebocoran akibat keroposnya pipa penyalur.

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG - Pipa minyak milik PT Pertamina UBEP Tanjung, di Dusun Maliyau, Desa Garagata, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong mengalami kebocoran Keroposnya pipa penyalur, diakui Pertamina sebagai penyebab utama kebocoran.

Informasi diperoleh, bocornya pipa minyak milik Pertamina di daerah tersebut sudah cukup lama. "Sudah setahun ini, cuma bocornya kecil. Karena ada bocor itu lalu pihak Pertamina beberapa hari lalu berusaha memperbaiki," kata warga setempat.

Menurut informasi, untuk menghentikan bocornya pipa minyak mentah tersebut, karena masih ada pengiriman minyak ke kilang Balikpapan oleh pertamina cuma ditutup dengan tanah.

"Mungkin terlalu keras menimbun dengan alat berat, tiba-tiba terdengar suara pipa pecah dan keluar minyak," kata satu warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Entah karena faktor kesengajaan atau tidak, akibat tumpahnya minyak itu terjadi kebakaran di sungai kecil yang dialiri minyak yang bocor, Minggu (25/7/2010).

Seorang petugas Pertamina di lapangan tidak menampik penyebab bocornya pipa minyak tersebut karena pipa keropos. Ketika ditanya berapa sebenarnya usia pipa itu, petugas itu mengaku kurang mengetahui. Namun warga setempat memperkirakan usia pipa sekitar 49 tahun.

Adapun Pertamina telah menurunkan sejumlah tenaga teknis dan pekerja lapangan guna membersihkan tumpahan minyak mentah akibat bocornya pipa penyalur tersebut.

Dari pantauan, Sabtu (31/7/2010), puluhan pekerja dengan mesin pompa sibuk menyemprot tumpahan minyak mentah yang luasnya mencapai 200 meter di pinggir jalan sebelah kanan arah Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur itu.     

Pekerja lainnya dengan tali pelampung mencoba menarik gumpalan minyak yang masuk ke kubangan yang dibuat pakai alat berat. Setelah minyak itu terkumpul langsung disedot memakai pompa dan dimasukkan dalam mobil tangki berkapasitas 16 ribu liter.

Upaya pembersihan minyak oleh pertamina ini sudah terjadi sepekan, namun belum selesai. Karena jumlah minyak yang tumpah akibat bocornya pipa itu masih banyak.

Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) yang tinggal dekat lokasi kejadian tersebut, hingga kemarin masih diungsikan ke bangun dekat Masjid Nurul Fata.

Rumah mereka terpaksa dirobohkan karena berada dalam areal bongkaran pipa milik Pertamina. Warga pun tidak bisa menolak karena bangunan rumah yang mereka tempati berada di areal milik pertamina.

Menghindari bahaya kebakaran, sebuah mobil BPK dan ambulans disiagakan di lokasi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved