HUT Ke 65 RI
Pelajar Malaysia Jadi Pengibar Bendera Merah Putih
Sejumlah remaja terlibat pada upacara peringatan HUT ke-65 RI yang digelar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Sejumlah remaja terlibat pada upacara peringatan HUT ke-65 RI yang digelar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Kantor Pelaksana Tugas dan Fungsi (KPTF) Tawau, Selasa (17/8/2010). Mereka berbagi peran menjadi pasukan pengibar bendera, MC hingga menjadi ajudan inspektur upacara.
Pakaian putih-putih yang mereka kenakan masih sangat sederhana, jauh dari kesan mewah jika dibandingkan dengan pakaian pasukan pengibar bendera di Indonesia. Kopiah dan syal merah menjadi atribut pelengkap pakaian yang mereka kenakan.
Para remaja ini sebenarnya merupakan anak-anak warga negara Indonesia (WNI) yang menuntut ilmu di Malaysia. Sebagian dari mereka lahir dan besar serta menuntut ilmu di Tawau, Sabah, Malaysia. Sehingga tak heran, jika mereka sama sekali tidak mengerti tata upacara yang biasa diterapkan di Indonesia.
"Untuk menjadi pasukan pengibar bendera, kami harus berlatih lima hari seminggu setiap sore. Karena kami memang tidak tahu cara barbaris, kami tidak mendapatkannya di sekolah," kata Ericho Stellantino, yang menjadi pengibar bendera para upacara tersebut.
Ia mengaku sangat kesulitan di awal-awal latihan mengibatkan bendera. Tak tanggung-tanggung, setiap harinya mereka harus dilatih LO TNI KJRI KK KPTF Tawau, Kapten Viktor Tjokro.
"Waktu kami berhasil menarik bendera, betul-betul ada rasa kebanggaan. Ada perasaan haru, karena walaupun kami tinggal di Malaysia namun bisa mendapatkan kesempatan untuk mengibarkan bendera negara kita," kata pria yang berencana melanjutkan pendidikan ke Bogor ini. (*)