Rabu, 10 Juni 2026

Kerusuhan Buol

Kontras Minta Brimob dan TNI Ditarik dari Buol

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras) meminta kepolisian menarik dua

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras) meminta kepolisian menarik dua SSK Brimob Kelapa Dua yang dikirim ke Buol, Sulawesi Tengah untuk mengamankan kerusuhan.

"Indikasi pengiriman Brimob dan TNI, ini berlebihan, harus ditarik secara bertahap, " ujar Koordinator Kontras, Haris Azhar saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Sabtu (4/9/2010).

Menurut Haris, dikirimnya pasukan Brimob justru dapat memunculkan konflik. Sebab, akar persoalan kerusuhan di Buol berawal dari perbuatan dari oknum kepolisian.

"Dengan kondisi masyarakat yang kecewa, kami juga menyayangkan kebijakan pengiriman atau penambahan pasukan oleh kepolisian dan TNI. Termasuk dari Brimob, institusi yang melakukan penembakan dan terlibat kekerasan, " tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 2 SSK Brimob dikirim ke Buol, Sulawesi Tengah dari Markasnya di Kelapa Dua, Depok untuk mengantisipasi kerusuhan.

Kerusuhan terjadi sejak Selasa (31/8/2010) sekitar pukul 21.00 WITA. Selepas tarawih, sekitar 3.000 warga datang dari Kelurahan Biau, Leok, Kulango, dan Kali menyerbu kantor Polsek Biau. warga tidak terima atas tewasnya salah satu rekan mereka bernama Kasmir Timumun, seorang tukang ojek yang ditahan di Polsek Biau pada Senin (30/8/2010).

Kasmir sendiri ditangkap karena menabrak anggota polisi lalu lintas bernama Ridho saat polisi menggelar operasi penertiban balapan liar di Kelurahan Komaligon pada Sabtu (28/8/2010) malam.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved