Breaking News:

Konflik Pecah di Tarakan

Panglima Kumbang dari Kalteng Pimpin Rapat di Tarakan

Sekitar seribu orang yang tadinya terkonsentrasi di kawasan Plaza Tarakan Jl Yos Sudarso, Selasa (28/9/2010), bergerak menuju Kantor Persatuan ...

zoom-inlihat foto Panglima Kumbang dari Kalteng Pimpin Rapat di Tarakan
Tribun Kaltim/Nika Ruru
Panglima Kumbang dari Kalteng berupaya menenangkan massa yang berkumpul di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) di Tarakan.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN
-  Sekitar seribu orang yang tadinya terkonsentrasi di kawasan Plaza Tarakan Jl Yos Sudarso, Selasa (28/9/2010), bergerak menuju Kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) Cabang Tarakan di Jl Diponegoro, Sebengkok,  Tarakan Tengah.

Di kantor ini, diselenggarakan pertemuan tertutup yang dipimpin tokoh adat dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang disebut "Panglima Kumbang".

Turut hadir perwakilan suku asli Kalimantan dari Samarinda, Malinau, Kutai, dan Kalimantan Tengah. Hadir pula beberapa sesepuh dan tokoh Pemuda Tarakan yang dipercaya.

Sementara di luar ruang pertemuan,  massa berteriak-teriak mencari seseorang yang disebut-sebut bernama Haji Sani.

Pantauan Tribunkaltim.co.id,  saat dalam perjalanan dari Plaza Tarakan ke Kantor Puasaka, massa sempat bertemu dengan Walikota Tarakan, Udhin Hianggio.

Massa tidak menggubris walikota karena dinilai tidak mampu mengatasi masalah. Kapolresta Tarakan AKBP Dharu Siswanto dan mantan Walikota Jusuf SK yang menemui massa pun tidak dipedulikan.

Seperti diketahui, situasi Tarakan sempat mencekam menyusul penyerangan yang dilakukan sekelompok  
orang ke sebuah daerah hingga menewaskan seorang tokoh masyarakat setempat bernama Abdullah (45). Penyerangan itu juga menyebabkan anak Abdullah mengalami luka serius di wajah dan tangannnya.

Sesaat setelah peristiwa itu, kelompok warga lainnya menyerang balik dengan membakar dua rumah yang diduga rumah milik pelaku pembunuhan. Konflik yang terjadi antarkelompok ini menyebabkan aktivitas kota Tarakan lumpuh.

Toko-toko tutup dan sekolah diliburkan. Ratusan warga yang bermukim di wilayah konflik diungsikan. Hingga kini mereka belum berani pulang ke rumah. Meski tokoh masyarakat dari dua kelompok telah bertemu dan mengeluarkan 9 butir kesepakatan, namun hingga sore tadi konsentrasi massa masih terlihat di sejumlah tempat.

Bahkan, ribuan orang yang tadinya berkumpul di kantor Pusaka, ramai-ramai mengepung Polresta Tarakan. Mereka meminta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan. Dari informasi yang diperoleh Tribun, polisi sudah mengamankan dua pelaku. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan. (*)

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved