Kabut Asap di Dumai
Jumlah Penderita ISPA Meningkat 100 Persen
Kabut asap tebal sejak beberapa hari belakangan di Dumai, hingga Kamis (21/10/2010), menyebabkan peningkatan jumlah penderita ISPA
TRIBUNNEWS.COM, DUMAI - Tak hanya menganggu aktivitas warga dan transportasi saja. Dampak yang paling dirasakan atas tindakan pembakaran lahan yang tidak terkontrol tersebut adalah gangguan kesehatan. Kabut asap yang tak bisa dihindari tersebut akan mengancam penyakit saluran pernafasan seperti ISPA, Asma, iritasi kulit dam mata.
Kabut asap tebal sejak beberapa hari belakangan di Dumai, hingga Kamis (21/10/2010), sudah menyebabkan peningkatan jumlah penderita ISPA. Seperti yang terjadi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dumai Timur.
Ditempat ini penderita gangguan saluran pernafasan tersebut mengalami kenaikan sampai 100 persen. Kepala Puskesmas Dumai Timur, dr Hidayatsyah biasanya pada hari biasa jumlah kunjungan pasien ISPA yang datang ke Puskesmas Dumai Timur hanya berkisar tiga sampai empat orang saja per hari.
Angka itu naik menjadi dua kali lipat dan malah lebih. Sejak kabut asap muncul beberapa hari belakangan kunjungan pasien ISPA yang datang untuk memeriksakan diri mencapai tujuh sampai delapan pasien per harinya.
"Kabut asap ini memang menganggu kesehatan terutama ISPA. Jumlah itu adalah pasein yang datang untuk usia 20 tahun ke atas. Jumlah tersebut juga bisa diperkirakan lebih, Sebab tidak semua penderita yang datang ke Puskesmas untuk memeriksakan diri," katanya.
Secara global untuk seluruh Puskesmas yang ada di Dumai, jumlahnya masih berfluktuasi. Dinas Kesehatan Dumai mencatat dalam satu hari, jumlah pasien yang memeriksakan kesehatannya terkait ISPA berkisar antara 100 sampai 145 pasien.
Kabid P2PL Dinas Kesehatan Dumai, Romauli Tambunan mengatakan untuk mengetahui perkembangan kesehatan masyarakat terkait kabut asap tersebut, Diskes Dumai meminta seluruh Puskesmas yang ada di Dumai untuk melaporkan jumlah pasien yang terkait dengan penyakit yang ditimbulkan oleh asap tersebut. Sedangkan bentuk aksi yang dilakukan, Diskes sudah membagikan 2.000 masker kepada masyarakat.
"Antisipasi yang kita lakukan adalah dengan membentuk posko kesehatan dan Puskesmas keliling di daerah yang terkena asap. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya asap, melakukan kewaspadaan dini dan meminta Puskesmas untuk melaporkan kasus ISPA setiap hari dan pemantauan udara setiap hari," katanya.
Meskipun sudah beberapa kali dihimbaunya, Romauli tetap menekankan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar ruangan. Menggunakan maskes saat bepergian, minum air putih yang banyak, makanan dan minuman bergizi. Yang tak kalah penting juga ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah saat ini. Sebab akan memperparah kabus asap yang ada. (*)