Merapi Meletus
Kronologi Detik-detik Wedhus Gembel Sergap Rumah Mbah Maridjan
Awan panas bersuhu 600 derajat celcius menyergap kediaman Mbah Maridjan yang didiami sejumlah yang belum mengevakuasi diri
Dengan membawa bekal seadanya, mereka dengan sabar menunggu truk dan mobil-mobil yang dikerahkan Tim SAR untuk mengangkut mereka ke tempat pengungsian.
Sementara sebagian yang lain memilih menggunakan sepeda motor unruk mengangkut anggota keluarganya. Bunyi klakson bersahutan sepanjang jalan menuju tempat-tempatbpengungsian. Meski jarak pandang cukup dekat karena abu mulai turun, mereka seakan tidak peduli dan memilih terus menancap gasnya.
Dari pantauan awal sejak pukul 19.00 di RS Panti Nugroho Pakem, ada 9 korban sapuan awan panas yang dikirim. Dari 9 orang, dua di antaranya luka ringan dan setelah ditangani boleh meninggalkan rumah sakit. Keduanya atas nama Sri yuniati, warga Dusun Gondang yang sesak napas.
Kemudian Seno (17), asal Kaliurang yang juga sesak napas akibat menghirup abu. Tujuh korban sisanya luka berat akibat terbakar awan panas. Korban paling parah atas nama Mbah Pujo (63), warga Dusun Ngangkrik. Mbah Pujo ini luka bakar 60 persen.
Selain uka bakar, Mbah Pujo ini patah kaki kanan dan lengan kanan. Informasi yang dikumpulkan Tribun, Mbah Pujo sempat mencoba lari ketika awan panas dari lereng Merapi menyerbu dusunnya. Dia terjatuh dan kemudian diselamatkan warga setelah amukan wedus gembel reda.
Saat tiba Mbah Pujo dalam keadaan tak sadarkan diri. Petugas medis dari RS panti Nugroho, dr Adi Mulyanto menerangkan, setelah ditangani, Mbah Pujo sempat sadar.
"Sempat menjawa kalau dirinya dari Dusun Ngangkrik," kata dr Adi kepada Tribun.
Sisanya korban awan panas kini dirujuk ke RSU Sardjito di yogyakarta. Mereka mengalami luka bakar rata-rata di atas 30 persen. Korban terdiri atas; kakak beradik Arif Candra (23) dan Wahyu (17), keduanya putra Lurah Kedungsriti.
Berikutnya, Ny Ratmi (30) asal Kinahrejo, luka bakar 63 persen. Maulina (23), asal Ngangkrik, sesak napas dan Ny Suyatmi . Mereka semua kini dirawat di yogyakarta setelah mendapat penanganan pertama di RS Panti Nugroho.
Sedangkan ribuan warga dari tiga desa di kecamatan Umbulhardjo dan beberapa desa lain di kecamatan lainnya, kini sedang mengungsi di beberapa barak yang disiapakn untuk itu. Beberapa barak yang tersedia, diantara di Balai Desa Umbulharjo, Kepuhhardjo dan Glagahhardjo.