Sekolah Diliburkan Tak Tahan Siswanya Kesurupan
Proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri 1 Tapaktuan, Aceh Selatan, terpaksa diliburkan selama tiga hari,
Kepala SMPN 1 Tapaktuan, M Yusuf Ibrahim, kepada wartawan, Rabu (10/11) membenarkan sejak Selasa hingga Kamis (11/11) hari ini proses belajar mengajar di sekolahnya diliburkan sementara. Proses belajar mengajar di sekolah itu dilanjutkan kembali seperti biasa, Jumat besok. Pengliburan sekolah selama tiga hari itu dilakukan sesuai dengan petunjuk ‘orang pintar’ yang akan melakukan ritual khusus untuk ‘membersihkan sekolah itu dari anasir yang bisa membuat para pelajar sering hilang kesadaran. “Memang merugikan anak-anak kalau sekolah diliburkan. Tapi kalau sekolah tetap dilanjutkan belajar juga tidak efektif, karena itu situasi di sekolah itu perlu dinetralisir,” katanya.
M Yusuf mengatakan insiden kesurupan massal yang menimpa sekolahnya itu sudah berlangsung selama dua bulan terakhir. Meskipun pihak sekolah sudah mengupayakan penguatan mental para pelajar dengan membaca surah yaasin, dan samadiyah secara bersama setiap hari Jumat, namun insiden teumamong terus berlanjut.
Beredar juga rumor mistis bahwa para murid yang kesurupan sempat melihat hal hal yang tak terlihat secara kasat mata. Namun hal itu sulit dibuktikan secara logika. Masalahnya, bukan hanya para murid, anggota dewan guru juga disebut-sebut sempat tumbang karena kesurupan.
Malah ada pada satu hari, jumlah murid yang tumbang akibat kesurupan itu mencapai 50 orang. Entah darimana hubungannya, tiba-tiba ada yang mengkaitkan, maraknya insiden kesurupan itu, seiring dipotongnya batang kayu besar di pekarangan sekolah. Sejauh ini tak diketahui apa hubungannya antara batang kayu dipotong dengan kesurupan para murid sekolah menengah pertama itu.(az)