Pascaerupsi Merapi
Tri Kaget Ibunya Terseret Arus Lahar Dingin Kali Putih
Triwahyono (47) tak menduga, ibunya, Sumiyati (60), menjadi korban material vulkanik yang terseret arus Kali Putih
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Triwahyono (47) tak menduga, ibunya, Sumiyati (60), menjadi korban material vulkanik yang terseret arus Kali Putih, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (09/01/2011) malam. Saat mendengar ibunya ditemukan meninggal, ia sedang berjualan sate kambing di Sayangan, Muntilan, Magelang.
"Saya kaget saat diberi kabar itu (kematian ibunya). Katanya, ibu saya terjerembab saat akan mengungsi," ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Minggu (09/01/2011) malam di Kamar Mayat RSU Muntilan.
Ia menuturkan, Tim SAR menemukan jasad ibunya di dekat pohon rambutan di halaman rumahnya, Jetis, Sirahan, Salam, Magelang, pukul 21.00 WIB.
"Saat ditemukan, mendiang ibu saya tertimbun material setinggi sekitar dua meter. Ia meninggal karena tidak bisa bernafas. Jasadnya penuh pasir," Triyono menuturkan.
Ia pun melanjutkan, sehari-hari, ibunya tidak bekerja alias ibu rumah tangga. Suaminya, Mulyono (70) adalah seorang petani. Mereka berdua sama-sama mengungsi saat banjir material meluap ke permukiman warga.
"Bapak saya selamat. Saat ini, ia berada di pengungsian. Saya juga belum sempat menengoknya," katanya sambil menenteng pakaian almarhumah yang digunakan saat kejadian.
Almarumah Sumiyati memiliki enam anak. Di rumah, Triyono lah yang biasa menjaga dan menemani almarhumah dan suaminya.
Malam ini, jenazah Sumiyati akan dibawa ke Tambakan, Sedayu, Muntilan. Di rumah besannya tersebut, jenazah akan dimandikan.
"Besok pagi baru dibawa ke Druju, Trayem, Ngluwar, Magelang, rumah kakak saya (anak pertama almarhumah). Jenazah akan disholatkan di sana, kemudian dimakamkan pukul 14,00, di pemakaman setempat," tutup Triyono.