Senin, 18 Mei 2026

Mengapa Burung dari Rusia dan China Migrasi hingga ke Tulungagung dan Trenggalek? Ini Penjelasannya

Fenomena burung migrasi dari Rusia dan China yang singgah di Tulungagung dan Trenggalek merupakan peristiwa yang umum terjadi saat musim dingin.

Tayang:
Editor: Nuryanti
BBKSDA Jawa Timur/Akhmad David Kurnia Putra
BURUNG BERMIGRASI - Burung Gajahan Pengala singgah di Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (15/1/2026). Burung dari Subartik tersebut migrasi ke Indonesia untuk mencari makan saat daerah asalnya memasuki musim dingin. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena burung migrasi dari Rusia dan China yang singgah di Tulungagung dan Trenggalek merupakan peristiwa yang umum terjadi saat musim dingin.
  • Mereka bermigrasi untuk mencari makanan, utamanya di daerah tropis seperti Indonesia.
  • Saat musim semi tiba, mereka kembali ke utara untuk memanfaatkan musim kawin dan sumber daya musiman yang kembali tersedia.

TRIBUNNEWS.COM - Migrasi burung merupakan sebuah perjalanan alam, di mana jutaan burung terbang ribuan kilometer dari tempat berkembang biak ke tempatnya menghabiskan musim dingin.

Tujuan utama dari migrasi ini adalah untuk melacak ketersediaan sumber daya makanan.

Baru-baru ini, fenomena tersebut terjadi di Indonesia. Ribuan burung dari Rusia dan China singgah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Tak hanya di Tulungagung, burung yang berasal dari Rusia juga singgah di Kabupaten Trenggalek.

Lantas mengapa burung bermigrasi jauh?

Melansir pls.fip.unesa.ac.id, ketika musim dingin tiba di belahan Bumi Utara, sumber makanan seperti serangga dan buah-buahan menjadi langka.

Selain itu, suhu menjadi terlalu dingin untuk kelangsungan hidup.

Hal ini memicu naluri migrasi, mendorong burung untuk terbang ke selatan, misalnya ke daerah tropis seperti Indonesia, di mana cuaca lebih hangat dan makanan berlimpah.

Sebaliknya, saat musim semi tiba, mereka kembali ke utara untuk memanfaatkan musim kawin dan sumber daya musiman yang kembali tersedia.

Hal yang menakjubkan dari fenomena ini yakni, kemampuan burung dalam navigasi.

Burung menggunakan kombinasi alat untuk menemukan jalan mereka.

Baca juga: Viral Burung Hantu Ditembak Mati di NTT, Perburuan Satwa Dilindungi Terancam Penjara hingga 15 Tahun

Mereka dapat mengorientasikan diri berdasarkan posisi Matahari dan pola bintang di malam hari.

Tak hanya itu, burung juga memiliki indra yang disebut Magnetoresepsi yang memungkinkan mereka merasakan dan menggunakan medan magnet Bumi sebagai kompas internal.

Ribuan Burung dari Rusia dan China Masuk Tulungagung

Baru-baru ini, ribuan burung dari Rusia dan China bermigrasi ke Kabupaten Tulungagung.

Hal ini terungkap saat kegiatan pengamatan burung yang diberi nama Tulungagung Bird Walk.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved