Pesawat Jatuh di Bintan
Keluarga Hendro Kaget Tahu Pesawat Cassa Jatuh di Bintan
Suryantoro, adik bungsu Hendro Sutanto korban pesawat jatuh di Bintan, kaget saat mengetahui berita pesawat Cassa 212-100 tersebut jatuh.
TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Suryantoro, adik bungsu Hendro Sutanto korban pesawat jatuh di Bintan, kaget saat mengetahui berita pesawat Cassa 212-100 tersebut jatuh.
Jenazah Hendro Sutanto (59) akan segera diterbangkan dari Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Senin (13/2/2011) menggunakan pesawat yang diprakarsai PT Sabang Merauke Air Charter (SMAC), tempat Hendro bekerja.
Hendro yang diketahui beralamat di Komplek Kodam V, Jalan Gn Kalabat, Blok K No 3, Pondok Gede, Jakarta Timur ini meninggalkan seorang istri dan 2 anak.
Suryantoro masih menunggui jenazah kakak sulungnya itu di kamar mayat RSUD Tanjungpinang. "Saya nggak punya firasat apa-apa sebelumnya, terakhir ketemu Minggu lalu tanggal 6 Februari. Dia ke Batam untuk urusan dinas saja, biasanya di Samarinda, tapi standby-nya di Jakarta," terang Suryantoro sesaat setelah tiba di Tanjungpinang pagi tadi.
"Saya sempat diberi tahu anaknya kalau ada pesawat SMAC jatuh di Bintan, lalu saya memastikan ke Hang Nadim (bandara) ternyata benar. Kemarin saya tak sempat pergi karena terlalu sore tidak ada kapal (feri)," ujarnya. Suryantoro selama ini bekerja di PT Pertamina, Batam.
Suryantoro mengungkapkan, keluarga korban Atmuningsih (55) serta dua anak korban, Sri Erina Dewi (29) dan Rangga Yuriatmanto (26) sudah mengiklaskan kepergian Hendro.
"Terakhir saya masih kontak dengan keluarganya, tampaknya mereka sudah merelakan," ungkap Surya. Menurut kabar, Hendro Sutanto akan disemayamkan di TPU Jaha, Pondok Gede hari ini